Kebenaran Al-Quran

Al-qur’an

Al-quran adalah firman Allah sumber utama untuk setiap keyakinan dan ibadah orang islam. Hal ini merupakan sebuah peraturan untuk sebuah subjek yang berhubungan dengan manusia, kebijakan, ajaran, ibadah, jual beli, hukum dan lain-lain, antara hubungan Allah dan makhluk Nya. Al-qur’an memberikan pedoman dan ajaran secara mendetil tentang kemasyarakatan,bergaul atau berperilaku dengan sesama manusia dan sistem ekonomi secara adil.

Ditinjau dari segi kebahasaan Al-qur’an berasal dari bahasa arab yang berarti “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca secara berulang-ulang. Dari Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur’an yaitu Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah. Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefiniskan Al-Quran yaitu firman Allah yang tiada tandingannya diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril as dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-fatihah dan ditutup dengan surat An-nas.

Mushaf Al-quran diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dalambahasa arab. Sehingga banyak terjemahan al-quran yang diterjemahkan ke dalam bahasa inggris atau bahasa lain. Tidak ada Al-quran lain atau versi lain dan Al-quran tidak berubah-rubah dari awal hingga sekarang bahkan Allah SWT berjanji bahwa Allah SWT sendiri yang akan menjaga kemurniannya seperti yang terdapat dalam Al-quran dalam Surat Al-hijr ayat 9 yang artinya: “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan AL-quran dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.

 

Islam dan Ilmu Pengetahuan

Pemikiran Barat sekarang ini berada di tengah-tengah peperangan antara agama dan ilmu pengetahuan. Hampir tidak mungkin pemikir Barat sekarang ini menerima kenyataan bahwa kemungkinan ada pertemuan secara mendasar antara agama dan ilmu pengetahuan. Injil, yang menjadi kepercayaan orang Nasrani, menyatakan pohon di mana Nabi Adam AS dilarang memakannya adalah pengetahuan. Oleh karena itu, setelah dia memakan buahnya, dia memperoleh pengetahuan tertentu yang mana tidak dia peroleh sebelumnya. Dengan alasan inilah orang Eropa membantah bahwa selama dua abad mereka tidak menerima pengetahuan ilmiah yang datang dari orang Islam.

Gereja menyatakan bahwa pencarian seperti penge­tahuan ilmiah adalah penyebab dosa yang asli. Uskup menggambarkan bukti mereka dari Perjanjian Lama yang menyebutkan bahwa ketika Adam memakan pohon itu, ia mendapat beberapa pengetahuan, Allah tidak menyukainya dan menolak memberinya kemurahan hati. Oleh karena itu, pengetahuan ilmiah menolak sepenuhnya peraturan gereja yang dianggap sebagai hal yang tabu. Akhirnya, ketika pemikir bebas dan ilmuwan Barat sanggup mengatasi kekuatan gereja, mereka membalas dendam dengan mencari petunjuk yang berlawanan dan menekan beberapa kekuatan agama. Mereka beralih kepada hal-hal yang berlawanaan untuk mengatasi kekuatan gereja dan mengurangi pengaruhnya kepada hal yang sempit dan membatasi pada sudut-sudut tertentu.

Oleh karena itu, jika Anda membicarakan persoalan agama dan ilmu pengetahuan dengan pemikir Barat, dia benar-benar akan keheranan. Mereka tidak tahu Islam. Mereka tidak mengetahui bahwa Islam menjunjung tinggi status ilmu pengetahuan dan orang yang berilmu, menghormati mereka sebagai saksi setelah malaikat yang berhubungan dengan fakta baru tiada Tuhan selain Allah, sebagaimana yang telah Allah firmankan kepada kita:”Tuhan menyatakan, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Dia, dan malaikat-malaikat dan orang-orang berilmu yang tegak dengan keadilan. “ (QS AIi Imran : 18)

Dan Allah Yang Maha Agung dan Maha Muha berfirman kepada kita:

“Oleh sebab itu, ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah “.

(QS Muhammad : 19)

Telah diketahui dari al-Quran bahwa Nabi Adam AS diistimewakan melebihi malaikat dengan kebaikan pengetahuan yang diberikan Allah kepadanya. Kisah dari al-Quran menyangkal Injil yang menyebutkan orang Islam dianggap menyimpang. Menurut al-Quran, kenyataan bahwa Nabi Adam diberi pengetahuan adalah sebuah tanda kehormatan dan bukan karena pengusirannya dari surga. Oleh karena itu, jika seseorang membicarakan Islam dan ilmu pengetahuan dengan para pemikir Barat, mereka cenderung mengharapkan argumen yang sama dengan apa yang ada dalam budaya dan agama mereka. Itulah mengapa mereka memberi reaksi dengan keterkejutan ketika mereka ditunjukkan dengan fakta yang jelas sekali dari al-Quran dan Sunnah.

Di antara pemikir Barat yang menampakkan keterkejutannya itu adalah Prof. Dr. Joe Leigh Simpson, Ketua jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Pakar Molecular dan Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston. Ketika kami pertama kali bertemu dengannya, Profesor Simpson menuntut pembuktian al-Quran dan Sunnah. Akan tetapi, kami sanggup menghilangkan kecurigaannya. Kami menunjukkan kepadanya sebuah naskah garis besar perkembangan embrio. Kami membuktikan kepadanya bahwa al-Quran menjelaskan kepada kita bahwa turunan atau hereditas dan sifat keturunan atau kromosom yang tersusun hanya bisa terjadi setelah perpaduan yang berhasil antara sperma dan ovum. Sebagaimana yang kita ketahui, kromosom-kromosom ini berisi semua sifat-sifat baru manusia yang akan menjadi mata, kulit, rambut, dan lain-lain.

Oleh karena itu, beberapa sifat manusia yang tersusun itu ditentukan oleh kromosomnya. Kromosom-kromosom ini mulai terbentuk sebagai permulaan pada tingkatan nutfah dari perkembangan embrio. Dengan kata lain, ciri khas manusia baru terbentuk sejak dari tingkatan nutfah yang paling awal. Allah Yang Maha Agung dan Yang Maha Mulia berfirman di dalam Al-Quran: “Celakalah kiranya manusia itu! Alangkah ingkarnya (kepada Tuhan). Dari apakah dia di­ciptakan? Dari setetes air mani. (Tuhan) menciptakannya dan menentukan ukuran yang sepadan dengannya. “ (QS Abasa : 17-19)

Selama empat puluh hari pertama kehamilan, semua bagian dan organ tubuh telah sempurna atau lengkap, terbentuk secara berurutan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada kita di dalam hadisnya: “Setiap dari kamu, semua komponen penciptamu terkumpul dalam rahim ibumu selama empatpuluh hari.” Di dalam hadis lain, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ketika setetes nuftah telah melewati 42 malam, Allah menyuruh seorang malaikat ke rahim perempuan, yang berkata: `Ya Tuhan! Ini laki­laki atau perernpuan?’ Dan Tuhanmu memutus kan apa yang Dia kebendaki. “

Profesor Simpson mempelajari dua hadis ini secara intensif, yang mencatat bahwa empat puluh hari pertama itu terdapat tingkatan yang dapat dibedakan secara jelas atau embriogenesis. Secara khusus, Dia dibuat kagum dengan ketelitian yang mutlak dan keakuratan ke­dua hadis tersebut. Kemudian dalam salali satu konferensi yang dihadirinya, dia memberikan pendapat sebagai berikut: “Dari kedua hadis yang telah tercatat dapat membuktikan kepada kita gambaran waktu secara spesifik perkembangan embrio sebelum sampai 40 hari. Terlebih lagi, Pendapat yang telah berulang-ulang dikemukakan pembicara yang lain pagi ini. bahwa kedua hadis ini telah menghasilkan dasar pengetahuan ilmiah yang mana rekaman mereka sekarang ini didapatkan”.

Profesor Simpson mengatakan bahwa agama dapat menjadi petunjuk yang baik untuk pencarian ilmu pengetahuan. Ilmuwan Barat telah menolak hal ini. Seorang ilmuwan Amerika mengatakan bahwa agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Dengan analogi, jika Anda pergi ke suatu pabrik dan Anda berpedoman pada mengoperasikan pabrik itu, kemudian Anda akan paham dengan mudah bermacam-macam pengoperasian yang berlangsung di pabrik itu. Jika Anda tidak memiliki pedoman ini, pasti tidak memiliki kesempatan untuk memahami secara baik variasi proses tersebut. Profesor Simpson berkata: “Saya pikir tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama, tetapi pada kenyataannya agama dapat menjadi petunjuk ilmu pengetahuan dengan tambahan wahyu ke beberapa pendekatan ilmiah yang tradisional. Ada kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid, yang mana al-Quran mendukung ilmu pengetahuan yang berasal dari Allah.”

Inilah kebenaran. Orang-orang Islam tentunya dapat memimpin dalam cara pencarian ilmu pengetahuan dan mereka dapat menyampaikan pengetahuan itu daIam status yang sesuai. Terlebih lagi orang Islam mengetahui bagaimana menggunakan pengetahuan itu sebagai bukti keberadaan Allah, Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia untuk menegaskan kerasulan Nabi Muhammad SAW

Allah berfirman di dalam al-Quran: “Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. “ (QS Fushshilat : 53)

Setelah menyadari melalui beberapa contoh keajaiban al-Quran secara ilmiah yang telah diketahui berhubungan dengan komentar yang objektif dari para ilmuwan, mari kita tanyakan pada diri kita sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut:

Dapatkah hal ini mejadi sebuah kejadian yang kebetulan bahwa akhir-akhir ini penemuan informasi secara ilmiah dari lapangan yang berbeda yang tersebutkan di dalam al-Quran yang telah turun pada 14 abad yang lalu?

Dapatkah al-Quran ini ditulis atau dikarang Nabi Muhammad SAW atau manusia yang lain?

Hanya jawaban yang mungkin untuk pertanyaan itu bahwa al-Quran secara harfiah adalah kata-kata atau firman Allah yang diturunkan kepadanya. Al-Quran adalah perkataan yang harfiah dari Allah yang Dia turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang melalui malaikat Jibril. Al-Quran ini dihapalkan oleh Nabi Muhammad SAW yang kemudian didiktekan kepada sahabat-sahabatnya. Para sahabat inilah yang selanjutnya secara bergiliran menghapalkannya, menulis ulang, dan memeriksa/meninjau lagi dengan Nabi Muhammad SAW

Terlebih lagi, Nabi Muhammad SAW memeriksa kembali al-Quran dengan malaikat Jibril sekali setiap bulan Ramadhan dan dua kali di akhir hidupnya pada kalender Hijriah yang sama. Sejak al-Quran diturunkan sampai hari ini, selalu ada banyak orang Islam yang menghapalkan semua ayat al-Quran surat demi surat. Sebagian dari mereka ada yang sanggup menghapal al-Quran pada waktu berumur 10 tahun. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika tidak ada satu surat pun di dalam al-Quran yang berubah selama berabad-abad sampai sekarang.

Al-Quran telah diturunkan 14 abad yang lalu menyebutkan fakta yang baku ditemukan akhir-akhir ini yang telah dibuktikan oleh para ilmuwan. Hal ini membuktikan tidak ada keraguan bahwa al-Quran adalah firman yang harfiah dari Allah, yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah benar-benar nabi dan utusan yang diturunkan Allah. Hal ini adalah di luar alasan bahwa setiap manusia 14 abad yang lalu telah mengetahui beberapa fakta ini yang ditemukan atau dibuktikan akhir-akhir ini dengan peralatan canggih dan metode yang rumit.

 

Fase Penciptaan Manusia

Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rasul untuk seluruh dunia sebagaimana yang difirmankan Allah di dalam al-Quran, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuknya rahmat bagi sernesta alam. “ (QS al-Anbiyaa’ : 107)

Dan Nabi Muhammad SAW juga utusan Allah untuk orang Badui yang tinggal di gurun sebagaimana dia utusan Allah untuk ilmuwan sekarang ini yang dipenuhi alat-alat laboratorium modern. Dia adalah utusan Allah untuk semua manusia di setiap saat. Sebelum Nabi Muhammad SAW setiap rasul diutus semata-mata untuk kaumnya sendiri. . .

“Kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. “ (QS ar-Ra’ad : 7)

Akan tetapi, pesan Nabi Muhammad SAW adalah un­tuk seluruh umat manusia, dan untuk alasan itulah Allah memberi bukti yang mendukung pesan Nabi Muhammad SAW Bukti ini berbeda dengan bukti-bukti yang diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya. Bukti kerasulan yang terdahulu hanya dilihat pada zamannya dan kemungkinan generasi setelah mereka. Kemudian Allah menurunkan rasul yang baru, yang didukung dengan keajaiban-keajaiban baru, untuk membangkitkan kepercayaan kaumnya. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW karena dipersiapkan sebagai rasul yang terakhir sampai Hari Kebangkitan, Allah memberinya mukjizat yang abadi sebagai bukti yang mendukung, yaitu al-Quran.

Jika kita bertanya kepada orang Yahudi atau Nasrani yang menunjukkan kepada kita mukjizat Nabi Musa AS atau Nabi Isa AS yang mungkin sebagai berkah dan perjanjian Allah kepada mereka, maka keduanya akan menyampaikan ini tidak dalam jangkauan manusia un­tuk mempertunjukkan kembali beberapa mukjizat sekarang. Nabi Musa memiliki mukjizat tongkat yang tidak dapat diciptakan atau Nabi Isa AS diminta untuk menghidupkan kembali orang dari kematian. Untuk kita sekarang, mukjizat-mukjizat ini tidak lebih hanya menjadi laporan sejarah. Tetapi jika seorang Islam ditanya tentang mukjizat terbesar Nabi Muhamad SAW dia dapat menunjukkan al-Quran. Al-Quran adalah sebuah mukjizat yang meninggalkan bekas di tangan kita. Al-Quran adalah buku yang terbuka untuk semua orang untuk mengujinya.

Sebagaimana firman Allah di dalam al-Quran: “Katakanlah: Apakah keterangan (saksi) yang paling besar? Katakanlah: Allah, Dia men­jadi saksi antara aku dan kamu. Dan al-Quran ini diwahyukan kepadaku, supaya dengan itu aku dapat memberi pengertian kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-Quran kepadanya. “ (QS al-An’am : 19)

Alam yang menakjubkan dari al-Quran di mana terletak pengetahuan di dalamnya. Allah Yang Maha Agung berfirman:

“. . . tetapi Allah mengakui al-Quran yang diturunkan Nya kepadamu (Muhammad), Al­lah menurunkannya dengan ilmu Nya. ” (QS an­Nisa : 166)

Oleh karena itu, para ilmuwan di zaman kita dan para sarjana, profesor di beberapa universitas yang memimpin pemikiran manusia, memiliki kesempatan untuk menguji pengetahuan yang ditemukan dalam firman Allah. Pada zaman sekarang, para ilmuwan telah mengungguli dalam penemuan alam semesta, akan tetapi al-Quran lebih dulu telah menjelaskan alam semesta dan sifat alami manusia sebelumnya. Sehingga, apa hasilnya?

Kami menghadirkan Profesor Emeritus Keith Moore, salah satu dari ilmuwan dunia yang terkemuka dalam bidang Anatomi dan Embriologi. Kami bertanya kepada Profesor Moore untuk memberikan analisis ilmiah dari beberapa versi al-Quran secara spesifik kepada kita dan hadis mengenai lapangannya secara khusus.

ProfesorMoore adalah penulis buku yang berjudul “The Development Human”. Dia adalah Profiesor Emeritus ahli Anatomi dan Sel Biologi Universitas Toronto, Kanada, di mana dia Ketua Jurusan Basic Sciences, Fakultas Kesehatan, dan selama 8 tahun Ketua Jurusan Anatomi. Prof. Moore sebelumnya juga mengabdi pada Universitas Winndipeg, Kanada, selama sebelas tahun. Dia mengepalai beberapa Internasional Associations of Anatomist and the Counalofthe Union of Biological Science. Profesor Moore juga terpilih anggota Royal Medical Associations of Canada, the Intemational Academy of Cytology, the Union of American Anatomist dan the Union of North dan South American Anatomist, dan pada tahun 1984 menerima penghargaan yang terkenal dalam bidang anatomi di Kanada, JCB Grant Award dari the Canadian Association of Anatomist. Dia menerbitkan beberapa buku di klinik Anatomi dan Embriologi, delapan dari buku ini digunakan sebagai referensi di sekolah medis dan talah diterjemahkaii ke dalam enam bahasa.

Ketika kami bertanya kepada Profesor Moore untuk memberikan analisis kepada kami tentang ayat al-Quran dan sabda nabi, maka dia terkejut. Dia heran bagaimana Nabi Muhammad SAW pada 14 abad yang lalu dapat mendeskripsikan embrio dan fase perkembangannya secara detail dan akurat, yang mana para ilmuwan untuk mengetahui hal itu baru tiga puluh tahun terakhir. Akan tetapi, keterkejutan Profesor Moore itu berkembang begitu cepat menjadi kekaguman terhadap wahyu dan petunjuk ini. Dia memperkenalkan sudut pandang ini secara intelektual dan lingkungan ilmiah. Dia juga memberi sebuah surat pada kesesuaian embriologi modern dengan al-Quran dan Sunnah, di mana dia menyatakan sebagai berikut: “Ini merupakan kesenangan yang besar bagi saya untuk membantu mengklarifikasi pernyataan di dalam al-Quran tentang perkembangan manusia. Telah jelas bagi saya bahwa pernyataan yang datang kepada Nabi Muhammad pasti dari Allah atau Tuhan sebab hampir semua pengetahuan tidak ditemukan sampai beberapa abad terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. ”

Pertimbangan yang terkenal dan dihormati ilmuwan embriologi ini dinyatakan atas pembelajaran ayat al-Quran sesuai dengan disiplinnya. Dan kesimpulannya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Allah berfirman di dalam al-Quran tentang tingkatan penciptaan manusia:

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. “ (QS al-Mukminun : 12-14)

Kata alaqah dalam bahasa Arab memiliki tiga arti. Pertama, berarti pacet atau lintah; kedua, berarti sesuatu yang tertutup; dan ketiga, berarti segumpal darah.

Dalam perbandingan lintah air tawar dengan em­brio pada tingkat alaqah, Profesor Moore menemukan persamaan yang besar di antara keduanya. Dia menyimpulkan bahwa embrio selama tingkatan alaqah kenampakannya mirip dengan lintah itu. Profesor Moore menempatkan gambar sisi embrio dengan sisi gambar seekor lintah. Dia memperlihatkan gambar gambar ini kepada para ilmuwan di beberapa konferensi.

Arti kedua dari kata alaqah adalah sesuatu yang tergantung. Hal ini dapat kita lihat dalam penggabungan embrio dengan uterus dalam rahim ibu selarna masa alaqah. Arti ketiga kata alaqah adalah segumpal darah. Hal ini berarti, sebagaimana yang diungkapkan Profesor Moore, bahwa embrio selama selama fase alaqah  melalui kejadian di dalam, seperti formasi darah di dalam pembuluh darah tertutup, sampai putaran metabolisme yang dilengkapi dengan plasenta. Selama fase alaqah, darah ditarik di dalam pembuluh darah tertutup dan itulah mengapa embrio tampak seperti segumpal darah, tampak juga seperti lintah. Kedua deskripsi itu dijelaskan secara menakjubkan dengan kata alaqah di dalam al-Quran.

Bagaimana Nabi Muhammad SAW kemungkinan telah mengetahui dirinya. Profesor Moore juga mempelajari embrio saat fase mudghah (gumpalan seperti zat/ substansi). Dia mengambil lempengan tanah liat yang kasar dan mengunyahnya ke dalam mulut. Kemudian membandingkan lempengan itu dengan sebuah gambar embrio saat fase mudghah. Profesor Moore me­nyimpullkan bahwa embrio saat fase mudghah tampak jelas seperti gumpalan zat. Beberapa majalah di Kanada menerbitkan beberapa pernyataan Profesor Moore. Lagi pula, dia menjelaskan dalam tiga acara TV di mana dia menyoroti kesesuaian ilmu pengetahuan modern dengan apa yang tersebut di dalam al-Quran selama 1400 tahun. Akibatnya, Profesor Moore ditanya dengan pertanyaan seperti berikut: “Apakah hal ini berarti kamu percaya bahwa al-Quran itu firman Allah?” Kemudian beliau menjawab: “Saya tidak menemukan kesulitan dalam penemuan hal ini.” Profesor Moore juga ditanya: “Bagaimana Anda percaya dengan Nabi Muhammad SAW jika Anda masih percaya dengan Yesus Kristus?” Dia menjawab: “Saya percaya keduanya, karena keduanya dari sekolah yang sama.”

Dengan demikian, semua ilmuwan modern yang ada di dunia sekarang ini datang untuk mengetahui bahwa al-Quran itu adalah pengetahuan yang diturunkan dari Allah.

“Akan tetapi Allah mengakui al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu Nya. . . . . .. “ (QS an Nisa : 166)

Hal ini juga diikuti bahwa ilmuwan modern tidak menemukan kesulitan dalam mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.

Buku berjudul “Perkembangan Manusia” yang ditulis Profesor Keith Moore telah diterjemahkan ke dalam delapan bahasa. Buku ini dijadikan referensi penelitian ilmiah, dan dipilih oleh Komite Khusus di Amerika Serikat sebagai buku terbaik yang ditulis oleh satu orang. Kami bertemu dengan penulis buku ini dan menjelaskan kepadanya beberapa ayat al-Quran dan hadis yang berkaitan dengan spesialisnya di bidang embriologi.

Profesor Moore meyakinkan keterangan kami, sehingga kami mengajukan pertanyaan sebagai berikut: “Anda menyebutkan di buku Anda bahwa pada abad pertengahan tidak ada kemajuan dalam ilmu pengetahuan dalam bidang embriologi dan hanya sedikit yang tahu pada saat itu. Pada saat yang sama, al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan beliau mengajarkan kepada masyarakat sesuai dengan apa yang Allah turunkan kepadanya. Di dalam al-Quran Juga menjelaskan gambaran penciptaan manusia secara detail dan perkembangan manusia pada fase yang berbeda. Anda adalah seorang ilmuwan yang ternama, namun, mengapa Anda tidak membela kebenaran dan menyebutkan kebenaran ini di dalam buku Anda?” Beliau menjawab: “Anda memiliki bukti dan saya tidak. Jadi, mengapa Anda tidak mempresentasikan hal itu kepada kami?”

Kami melengkapinya dengan bukti dan Profesor Moore ternyata terbukti menjadi seorang ilmuwan yang ternama. Dalam bukunya edisi ketiga, dia membuat beberapa tambahan. Buku ini telah diterjemahkan, sebagaimana yang kami sebutkan sebelumnya ke dalam delapan bahasa, termasuk bahasa Rusia, Cina, Jepang, Jerman, Italia; Portugis, dan Yugoslavia. Buku ini dapat dinikmati karena sudab tersebar ke seluruh dunia dan dibaca beberapa ilmuwan dunia yang terkenal.

Profesor Moore menyatakan di dalam bukunya tentang Abad Pertengahan bahwa:

“Perkembangan ilmu pengetahuan berjalan secara lambat dari zaman pertengahan dan ada sedikit perkembangan penyelidikan dalam hal embriologi yang diusahakan selama abad ini sebagaimana yang telah kita ketahui. Hal ini dijelaskan di dalam al-Quran, kitab suci umat Muslim, manusia diciptakan dari sebuah campuran pengeluaran dari laki-laki dan perempuan. Beberapa referensi yang lain menyebutkan bahwa penciptaan manusia itu dari setetes mani (sperma) dan juga diharapkan bahwa hasil dari organisme itu terbentuk dalam janin perempuan seperti sebuah biji enam hari setelah permulaan (blastosit manusia mulai tertanam sekitar enam hari setelah pembuahan).

Al-Quran juga menyebutkan bahwa setetes mani itu berkembang menjadi segumpal darah yang membeku. Penanaman blastosit atau secara spontan gagal/gugur akan menyerupai segumpal darah secara konsep. Embrio juga dikatakan mirip segumpal zat/substansi seperti permen karet atau kayu (sesuatu yang mirip dengan gigi yang menandakan gumpalan zat).

Perkembangan embrio menjadi manusia pada hari keempat puluh sampai keempat puluh dua dan tidak lama kemudian fase ini mirip embrio binatang. Pada fase ini, embrio manusia mulai memperoleh sifat-sifat manusia. Al-Quran juga menjelaskan bahwa pertumbuhan embrio mengalami tiga kegelapan, pertama, dinding perut depan (ibu), kedua, dinding uterus, ketiga, membran Amniokhorionik. Ruangan yang tidak mengizinkan memperbincangkan beberapa referensi Yang menarik lainnya yang berkaitan dengan pertum­buhan manusia sebelum dilahirkan yang muncul di dalam al-Quran.

Hal ini sesuai dengan apa yang telah ditulis Prof. Moore di dalam bukunya. Segala puji bagi Allah. Dan sekarang telah disebarkan ke seluruh dunia. Kesesuaian antara ilmu pengetahuan dan al-Quran ini menjadikan kewajiban bagi Profesor Moore untuk menjelaskan hal ini di dalam bukunya. Dia menyimpulkan bahwa klasifikasi modern dari fase perkembangan embrio yang telah diterima di seluruh dunia tidaklah mudah atau lengkap. Hal ini tidak menolong pemahaman dari perkembangan fase embrio, sebab fase itu menurut basis angka, yaitu fase 1, fase 2, fase 3, dan seterusnya. Pembagian yang dijelaskan di dalam al-Quran tidak tergan­tung dengan sistem basis angka. Al-Quran mendasarkan pada perbedaan sesuai bentuk yang dilewati embrio agar mudah diidentifikasi.

Al-Quran menjelaskan fase perkembangan janin sebelum kelahiran sebagai berikut: Nutfah yang berarti “tetesan” atau air yang sedikit jumlahnya, alaqah yang berarti struktur seperti lintah, mudghah yang berarti struktur seperti kunyahan, `idhaam yang berarti tulang atau kerangka, kisaa ul-idham bil-laham yang berarti daging pembungkus tulang atau otot, dan an-nash’a yang berarti bentuk janin yang jelas. Profesor Moore telah mengetahui bahwa bagian ayat al-Quran ini benar­benar berdasarkan pada fase pertumbuhan janin sebelum masa kelahiran. Dia memberi cacatan bahwa bagian ini menunjukkan penggambaran secara ilmiah yang elegan yang mencakup banyak hal dan praktik.

Dalam suatu konferensi, Profesor Moore menyatakan sebagai berikut: Embrio berkembang di dalam kandungan ibu atau dilindungi uterus dengan tiga selubung atau lapisan, sebagaimana yang ditunjukkan dalam kaca mikroskop. (A) Menggambarkan dinding perut depan, (B) Dinding Uterus (C) Membran Amniokhorinik. Sebab fase embrio manusia ini kompleks, memperlihatkan kelanjutan dari proses perubahan selama pertumbuhan, telah diusulkan bahwa sistem klasifikasi baru dapat dikembangkan dengan penggunaan istilah yang tersebut di dalam al-Quran dan Sunnah. Usulan ini sangat sederhana, luas, dan sesuai dengan ilmu pengetahuan tentang embriologi sekarang ini.

Studi al-Quran dan hadis secara intensif empat abad terakhir telah menurunkan sistem klasifikasi embrio manusia yang menakjubkan sejak al-Quran diturunkan pada abad ketujuh. Meskipun Aristoteles, penemu ilmu pengetahuan tentang embriologi, menyadari bahwa pertumbuhan embrio anak ayam pada fase dari penelitiannya terhadap telur ayam pada abad keempat. Dia tidak memberikan penjelasan secara mendetail tentang fase ini. Sejauh yang diketahui dari sejarah embriologi, hanya sedikit yang tahu tentang fase dan klasifikasinya embrio manusia sampai abad kedua puluh. Untuk alasan tersebut, gambaran embrio manusia di dalam al-Quran itu tidak berdasarkan ilmu pengetahuan secara ilmiah pada abad ketujuh. Hanya kesimpulan yang masuk akal bahwa gambaran ini diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau tidak dapat mengetahui secara mendetail sebab beliau seorang yang buta huruf, yang sama sekali tidak mengenyam pendidikan ilmiah.

Kami mengatakan kepada Profesor Moore, “Apa yang Anda katakan adalah benar, tetapi kebenaran itu kurang mutlak dibandingkan dengan bukti yang telah kami tunjukkan kepada Anda dari al-Quran dan sunnah yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan embriologi khususnya. Oleh karena itu, mengapa Anda tidak mengerjakan kebenaran dan sama sekali tidak membawa cabang dari ayat-ayat al-Quran dan hadis yang berhubungan dengan bidang spesialisasi atau keahlian Anda?”

Profesor Moore mengatakan bahwa dia telah me­masukkan beberapa referensi yang sesuai pada tempat yang cocok dalam sebuah buku khusus ilmiah. Akan tetapi, dia akan mengundang kami untuk membuat beberapa tambahan secara Islami, yang berkaitan dengan ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi dan menyoroti berbagai macam aspek yang menakjubkan agar dimasukkan pada tempat yang cocok di dalam buku.

Hal ini telah dikerjakan dan akibatnya Profesor Moore menulis sebuah perkenalan untuk tambahan tentang Islam dan hasilnya dapat Anda lihat dalam buku ini. Setiap halaman berisi fakta tentang ilmu pengetahuan embriologi, kami telah menjelaskan beberapa ayat al­Quran dan hadis yang membuktikan bahwa al-Quran dan sunnah tidak dapat ditiru. Apa yang kami saksikan sekarang Islam menjadi berkembang ke daerah baru yang di dalamnya berisi keadilan dan tidak memihak pikiran orang.

 

Fase Embrio

Kami perkenalkan Prof. G.C. Goeringer kepada Anda. Dia adalah Direktur Kursus dan Direktur Asosiasi Ahli Kesehatan Embrio di Jurusan Biologi Sel, Sekolah Kedokteran Universitas George­town, Washington DC. Kami bertemu dengannya dan menanyakan apakah dalam sejarah embriologi ada beberapa sebutan fase yang berbeda dari pertumbuhan embrio dan apakah ada buku tentang embriologi pada zaman Nabi Muhammad SAW atau beberapa abad setelahnya yang mana menyebutkan bermacam-macam fase atau apakah pembagian fase yang berbeda ini hanya datang untuk dilketahui pada pertengahan abad kesembilanbelas. Dia berkata bahwa Yunani Kuno memperhatikan studi embriologi dan beberapa dari mereka mencoba menggambarkan apa yang terjadi dengan janin dan bagaimana pertumbuhannya. Kami setuju dengannya bahwa Aristoteles di antara mereka, mencoba menguraikan beberapa teori pada suatu subjek tetapi apakah ada beberapa sebutan yang dibuat dari fase ini?

Kami tahu bahwa fase ini tidak diketahui sampai pertengahan abad kesembilan belas dan tidak ditunjukkan sampai awal abad kedua puluh. Setelah diskusi yang panjang, Profesor Goeringer setuju bahwa tidak ada sebutan fase-fase ini. Dengan demikian, kami menanyakannya jika ada beberapa terminologi secara khusus menggunakan persamaan fase-fase ini yang mana telah ditemukan di dalam al-Quran. Namun jawabannya negatif. Kami menanyakannya: “Apakah pendapat Anda tentang istilah ini yang mana : al-Quran menggunakan untuk menggambarkan fase yang dilewati janin?” Setelah diskusi yang panjang, dia menunjukkan sebuah studi pada konferensi tentang kedokteran di Saudi Arabia yang kedelapan. Dia menyebutkan dalam studinya tentang dasar ketidaktahuan seseorang dalam fase-fase ini. Dan juga mendiskusikan secara komprehensif dan ketelitian ayat al-Quran dalam penggambaran pertumbuhan janin secara ringkas dan meluas yang membawa kebenaran secara menyeluruh. Mari kita dengarkan penjelasan pendapat dari Profesor Goenger:  Dalam kaitannya dengan ayat al­Quran yang berarti penggambaran pertumbuhan manusia secara komprehensif dari percampuran gamet dengan organogenesis. Tidak ada perbedaan dan rekaman yang lengkap dari pertumbuhan manusia seperti klasifikasi istilah dan penggambaran kehidupan sebelumnya. Kebanyakan, jika tidak semua hal, gambaran ini mendahului beberapa abad rekaman fase yang bervariasi dari embrio manusia dan rekaman pertumbuhan yang berhubungan dengan janin dalam literatur ilmiah tradisional. “

Diskusi dengan Profesor Georinger membawa kami untuk berbicara tentang fakta bahwa penemuan baru-baru ini menghapuskan beberapa kontroversi. Meskipun kelahiran Nabi Isa itu suci yang telah menjadi kepercayaan orang-orang Nasrani selama berabad-abad, beberapa di antara umat Nasrani bersikeras bahwa Nabi Isa harus memiliki seorang ayah, sebagai kelahiran yang suci “secara ilmiah adalah hal yang tidak mungkin”. Mereka memperdebatkan hal ini dan kemungkinan mereka tidak tahu, bahwa ada kemungkinan penciptaan tanpa seorang ayah. Al-Quran menjawab mereka dan memberikan contoh penciptaan Nabi Adam AS. Sebagaimana firman Allah SWT: Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam, Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. ” (QS Ali Imran : 59)

Ada tiga tipe penciptaan:

1. Nabi Adam AS diciptakan tanpa seorang ayah maupun ibu.

2. Hawa diciptakan tanpa seorang ibu.

3. Nabi Isa AS diciptakan tanpa seorang ayah

 

Oleh karena itu, hanya Allah yang bisa menciptakan Adam tanpa seorang ayah maupun ibu yang juga bisa menciptakan Nabi Isa AS dari seorang ibu tetapi tanpa seorang ayah. Namun demikian, umat Nasrani masih melanjutkan perdebatan mereka meskipun Allah telah mengirim bukti petunjuk kepada mereka setelah adanya bukti. Kemudian, ketika mereka tetap memper­tahankan kontroversi ini, mereka menjawab bahwa mereka tidak pernah melihat atau mendengar seseorang yang diciptakan tanpa seorang ayah dan seorang ibu. Tetapi ilmu pengetahuan modern sekarang telah mengungkapkan bahwa beberapa binatang yang ada di muka bumi ini dilahirkan dan direproduksi tanpa perbuatan dari spesies jantan. Sebagai contoh, lebah jantan memiliki telur tidak lebih dari satu yang mana telur tersebut tidak dibuahi oleh pejantan, sedangkan telur yang dibuahi pejantan itu berfungsi sebagai betina. Lagi pula, lebah jantan diciptakan dari telur ratu tetapi tidak mengalami pembuahan dari pejantan. Ada beberapa contoh lain selain contoh binatang ini di muka bumi. Terlebih Iagi manusia sekarang memiliki peralatan ilmiah yang membangkitkan semangat telur betina dari beberapa organisme untuk itulah telur ini berkembang tanpa pembuahan dari pejantan.

Mari kita baca perkataan Profesor Goeringer:

“Pada tipe dari pendekatan ini, telur tanpa pembuahan dari beberapa spesies amphibi dan mamalia tingkat lebih rendah dapat diaktifkan dengan peralatan mekanik (seperti tusukan jarum), fisik (seperti goncangan yang panas) atau peralatan kimia dengan sejumlah zat kimia yang berbeda dan melanjutkan untuk kemajuan pertumbuhan fase. Dalam beberapa spesies, tipe pertumbuhan partenogenetik ini alami. “

 

Allah telah memberikan jawaban dengan pasti ke­pada kita dan Dia menggunakan Adam, bagi orang yang percaya, sebagai contoh ada manusia yang tidak memiliki ayah maupun ibu. Beberapa umat Nasrani meyakini hal ini sebagai sebuah penyimpangan dari kenyataan bahwa manusia dapat lahir tanpa seorang ayah. Oleh karena itu, Allah menunjukkan mereka sebuah analogi manusia yang tidak memiliki ayah dan ibu, yaitu Nabi Adam AS. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam al-Quran, surat Ali Imran: 59.

Allah berkehendak bahwa ada kemajuan ilmu pengetahuan dan penemuan yang membuktikan kebenaran setelah datangnya kebenaran yang telah diturunkan di dalam al-Quran. Inilah jalan bahwa ayat-ayat dalam kitab suci itu diturunkan dengan perjalanan waktu yang lama. Ayat-ayat ini dipelajari para sejarawan dan ilmuwan yang terkemuka dari agama kita dan generasi yang akan datang. Ilmu pengetahuan tidak akan pernah habis dalam mengkaji keajaiban al-Quran.

 

“Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS Saba’ : 6)

“Dan sesunguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita al-Quran setelah beberapa waktu lagi. “ (QS Shaad : 88)

“Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui. “ (QS al-An’am : 67)

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu. “ (QS Fushshilat : 53)

 

Kulit Sebagai Panca Indera

Profesor Tejatat Tejasen mengucapkan kalimat “Laa illaha illallah Muhammad Rasul Allah.” Pria ini mengucapkan kalimat shahadah. Dengan demikian dia menyatakan menjadi seorang Muslim. Hal ini terjadi selama Konferensi Kedokteran ke-5 yang diadakan di Riyadh, Saudi Arabia. Dialah Profesor Tejatat Tejasen, Ketua Jurusan Anatomi di Chiang Mai, Universitas Thailand. Dia sebelumnya Dekan Fakultas Kedokteran di Universitas yang sama.

Kami menunjukkan beberapa ayat al-Quran dan Hadis Nabi kepada Profiesor Tejasen yang sesuai dengan keahliannya dalam bidang anatomi. Dia memberi alasan bahwa mereka juga memiliki kitab dalam agama Budha yang menerangkan gambaran fase perkembangan embrio yang sangat akurat. Kami mengatakan kepadanya bahwa kami sangat senang dan tertarik untuk melihat gambaran itu dan belajar tentang kitab itu. Setahun kemudian, Profesor Tejasen datang ke Universitas King Abdul Aziz sebagai penguji dari luar. Kami mengingatkannya tentang pernyataan yang dibuatnya setahun yang lalu, tetapi dia minta maaf dan mengatakan bahwa pada saat dia membuat pernyataan itu tanpa mengetahui persoalan itu dengan pasti. Akan tetapi, ketika dia mencek Kitab Tripitaka, ternyata dia tidak menemukan pertalian dengan pokok masalah.

Atas dasar hal ini, kami menghadirkan sebuah kuliah tertulis Profesor Keith Moore tentang kecocokan antara embriologi modern dengan apa yang tertulis di dalam al-Quran dan Sunnah. Dan kami bertanya kepada Profesor Teja sen jika dia tahu tentang Profesor Keith Moore. Bahkan dia menjawab bahwa dia tentu tahu Profesor Moore dan menambahkan bahwa Profesor Moore adalah salah satu ilmuwan dunia yang terkenal dalam bidangnya.

Ketika Profesor Tejasen mempelajari artikel ini, dia juga sangat heran. Kami menanyakannya beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan keahliannya. Salah satu pertanyaan itu menyinggung tentang penemuan terbaru dalam hal dermatologi tentang sifat-sifat kulit sebagai salah satu alat panca indera.

Dinyatakan kepada Profesor Tejasen: “Anda akan tertarik untuk mengetahui isi kitab ini, kitab al-Quran, sebagai referensi pada 1400 tahun yang lalu yang menyinggung tentang persoalan hukuman bagi orang yang tidak beriman atau kafir yaitu akan masuk neraka yang dipenuhi api. Dalam hal ini dinyatakan bahwa ketika kulit mereka mengalami kerusakan, Allah membuat kulit lain untuk mereka sehingga mereka merasakan hukuman balasan di dalam neraka itu. Ini menunjukkan pengetahuan tentang bagian terakhir dari urat syaraf dalam kulit dan ayat tersebut artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kulit mereka hangus, Kami ganti mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ” (QS an-Nisa : 56)

Kami menanyakannya: “Jadi Anda setuju bahwa ini referensi tentang pentingnya bagian terakhir dari urat syaraf dalam perasaan kulit, 1400 tahun yang lalu?” Profesor Tejasen menjawab: “Ya, saya setuju.”

Pengetahuan tentang perasaan kulit ini telah diketahui lama sebelumnya, sebab hal ini dikatakan jika seseorang berbuat salah, kemudian dia akan dihukum dengan menghanguskan kulimya dan kemudian AIlah akan menggantinya dengan kulit baru, yang menutupi mereka agar mereka tahu bahwa dia disiksa kembali. Hal ini berarti mereka tahu beberapa tahun lalu bahwa rangsangan perasaan sakit pasti ada di kulit, sehingga mereka akan diganti dengan kulit yang baru. Kulit adalah pusat kepekaan luka bakar. Oleh karena itu, jika kulit terbakar api seluruhnya, akan kehilangan kepekaannya. Dengan berdasar alasan inilah maka Allah akan menghukum orang-orang kafir di hari kiamat dengan mengembalikan kulit mereka ke keadaan semula secara terus menerus, sebagaimana Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia berfirman dalam al­Quran surat an-Nisa : 56.

Kami menanyakan kepadanya sebuah pertanyaan sebagai berikut: “Apakah mungkin ayat-ayat al-Quran ini datang dari Nabi Muhammad SAW dari sumber manusia?” Profesor Tejasen mengakui bahwa ayat-ayat al-Quran tidak mungkin bersumber dari manusia. Akan tetapi dia masih menanyakan tentang sumber ilmu pengetahuan itu dan dari mana Nabi Muhammad kemungkinan menerima ayat-ayat itu? Kami menjawab: “Dari Allah, Yang Maha Agung dan Maha Mulia.” Kemudian dia bertanya: “Siapakah Allah itu?” Kami menjawab: “Dia adalah pencipta semua yang ada di jagat raya ini. Jika Anda mendapatkan kebijakan kemudian hal ini hanya datang dari satu-satunya Yang Maha Bijaksana. Jika anda menemui pengetahuan dalam pembuatan alam semesta ini, Dialah pencipta alam semesta, satu ­satunya Yang Maha Mengetahui. Jika Anda mendapatkan kesempurnaan komposisi ciptaan-Nya, inilah bukti bahwa Dialah Yang Maha Sempurna. Dan jika Anda mendapatkan kemurahan hati kemudian memberikan kesaksian ini pada kenyataan bahwa penciptaan itu dimiliki sebagai satu kesatuan tata tertib dan menghubungkan bersama dengan kuat, kemudian inilah bukti bahwa inilah ciptaan Sang Pencipta, Allah Yang Maha Agung dan Maha Kuasa.

Profesor Tejasen setuju dengan apa yang kami terangkan kepadanya. Dia kembali ke negaranya di mana dia menyampaikan beberapa perkuliahan tentang pengetahuan barunya dan penemuannya. Kami telah memberikan informasi kepada lima orang mahasiswa yang kemudian masuk Islam sebagai hasil dari perkuliahan ini. Kemudian pada saat Konferensi Kedokteran ke-5 yang diselengagrakan di Riyadh, Profesor Tejasen mengikui seri perkuliahan tentang tanda-tanda kedokteran dalam al-Quran dan Sunnah. Profesor Tejasen menghabiskan empat hari dengan beberapa perkuliahan, Muslim dan non-Muslim, membicarakan tentang fenomena di dalam al-Quran dan Sunnah. Pada sesi akhir itu, Profesor Tejasen berdiri dan berkata:

“Pada hari ketiga tahun-tahun terakhir ini, saya menjadi tertarik mempelajari al-Quran yang mana Syeikh Abdul Majid az-Zindani berikan kepada saya. Tahun lalu, saya mendapati tulisan Profesor Keith Moore terakhir dari Syeikh. Dia meminta saya menerjemahkan ke dalam bahasa Thai dan memberikan sedikit kuliah kepada Muslim di Thailand. Saya telah memenuhi permintaannya. Anda dapat melihatnya dalam video tape yang saya berikan kepada Syeikh sebagai sebuah hadiah. Dari penelitian saya dan apa yang saya pelajari secara keseluruhan dalam konferensi ini, saya percaya bahwa semuanya yang telah tertulis di dalam al­Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. Sejak Nabi Mubammad SAW yang tidak dapat membaca maupun menulis, Muhammad pasti seorang utusan yang menyiarkan kebenaran yang diturunkan kepadanya sebagai seorang yang dipilih oleh Sang Pencipta. Pencipta ini pasti Allah atau Tuhan. Oleh karena itu, saya berpikir inilah saatnya saya mengucapkan kalimat “Laa illaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah) Muhammad Rasul Allah (Muhammad adalah utusan Nya). ”

Saya tidak hanya belajar dari pengetahuan ilmiah selama konferensi itu, tetapi juga kesempatan yang bagus bertemu dengan beberapa ilmuwan baru dan bertemu dengan mereka sebagai sesama peserta. Hal yang paling berharga yang saya peroleh ketika datang ke konferensi ini adalah saya mengucapkan kalimat “Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasul Allah,” dan saya menjadi seorang Muslim.

Kebenaran itu datangnya dari Allah sebagaimana firmannya di dalam al-Quran:

“Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menyuruh (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkara lagi Maha Terpuji. ” (QS Saba’: 6)

 

Otak Besar

Allah berfirman di dalam al-Quran tentang salah satu kejahatan orang kafir yang melarang Nabi Muhammad SAW untuk shalat di Ka’bah:

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubun-nya, (yaitu ) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. ” (QS al -Alaq : 15 -16)

Mengapa al-Quran menggambarkan bagian depan kepala sebagai pembohongan dan perbuatan dosa? Mengapa al-Quran tidak mengatakan bahwa seseorang itu berbohong dan melakukan dosa? Apakah ada hubungannya antara bagian depan kepala dan kebohongan dan perbuatan penuh dosa?

Jika kita melihat tengkorak bagian depan kepala, kita akan mendapatkan atau menemukan daerah prefrantal pada otak besar. Apa yang fisiologi katakan kepada kita tentang fungsi daerah ini? Sebuah buku yang berjudul Essentials of Anatomy Physiology menyatakan tentang daerah ini: “Motivasi dan tinjauan ke masa depan untuk merencanakan dan memulai atau memprakarsai pergerakan yang terjadi di bagian depan dari cuping garis depan, daerah prefrantal. Ini adalah daerah dari gabungan atau kumpulan kulit otak.” Buku ini juga menyatakan: “Dalam hubungannya dengan keterlibatannya di dalam motivasi daerah prefrantal juga dipikir untuk dijadikan pusat fungsi untuk penyerangan.”

Sehingga daerah otak besar ini bertanggung jawab untuk merencanakan, memotivasi, dan memulai perbuatan baik maupun buruk dan bertanggung jawab untuk menceritakan kebohongan dan mengatakan kebenaran. Oleh karena itu, sangat tepat menggambarkan bagian depan kepala sebagai kebohongan dan perbuatan penuh dosa ketika seseorang berbohong atau melakukan sebuah dosa sebagaimana yang ada di dalam al-Quran surat al-Alaq : 15-16. Para ilmuwan hanya menemukan fungsi daerah prefrantal ini pada 60 tahun terakhir, menurut Profesor Keith Moore.

 

Geologi asal usul bumi

Profesor Alfred Kroner berkata: “. . . bahwa beberapa pernyataan yang dibuat pada saat tidak dapat ditunjukkan, tetapi metode ilmiah modern sekarang pada poslsi yang membuktikan apa yang dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. ”

 

Kami menghadirkan kepada Anda Profesor Alfred Kroner, salah satu ahli geologi terkenal dunia. Dia adalah ahli geologi dan Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences, Universitas Johannes Gutterburg, Mainz, Jerman. Kami bertemu dengannya dan menunjukkan beberapa ayat al-Quran dan Hadis Nabi Muhammad SAW Dia mempelajari dan memberikan komentarnya dan kemudian kami mendiskusikan hal ini bersamanya.

Profesor Kroner berkata: “Pikirkan tentang beberapa pertanyaan ini dan pikirkan Nabi Muhammad itu datang dari mana, dia datang dari suku Badui. Saya pikir, semuanya itu hampir tidak mungkin dia dapat mengetahui segala hal seperti asal-usul alam semesta secara umum, sebab ilmuwan baru dapat menentukan hal itu pada tabun-tahun terakhir dengan metode yang sangat rumit dan teknologi yang canggih untuk hal ini. ”

Profesor Kroner memilih contoh dari al-Quran yang membuktikan kepadanya bahwa al-Quran tidak datang dari Nabi Muhammad SAW Contoh yang diambil Profesor Kroner ini adalah sebuah gambaran dari al­Quran yang membuktikan kenyataan bahwa alam semesta ini dimulai dalam satu kesatuan yang benar­benar ada. Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia berfiman:

“Dan apakah orang orang kafir itu tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS al-Anbiyaa : 30)

Arti “ratgan” pada ayat ini, sebagaimana Ibnu Abbas, mujahid dan yang lainnya berkata, Allah akan senang dengan semuanya akan mereka, langit dan bumi yang ditancapkan bersama atau paduan atau campuran yang bersama, kemudian mereka dipisahkan dari satu dengan yang lain. Profesor Kroner menggunakan hal ini sebagai contoh untuk membuktikan bahwa tidak ada manusia yang hidup pada masa Nabi Muhammad SAW yang dapat mengetahui hal ini.

Profesor Kroner menyatakan: “Seseorang yang tidak tahu sesuatu tentang fisika nuklir 1400 tahun yang lalu, saya pikir, tidak dapat dalam posisi ini untuk mengetahui dari pemikirannya sendiri untuk kejadtan bahwa bumi dan langit memiliki asal-usul yang sama atau beberapa pertanyaan yang lain yang kami diskusikan di sini.”

Profesor Kroner, hal ini terlihat oleh kita, bahwa dia memiliki pembawaan yang bersifat mengelak. Sebagai contoh, kami menyatakannya untuk menggambarkan kondisi geologi Arab. Apakah Arab itu penuh dengan kebun buah-buahan dan sungai? Dia berkata: “Selarna zaman es dan telah diketahui lebih jauh bahwa gunung es yang terapung di kutub utara secara perlahan bergerak menuju ke selatan. Ketika gunung es kutub itu secara relatif mendekat ke Jazirah Arab, cuaca akan berubah dan negara Arab akan menjadi satu dari daerah yang paling hijau dan paling basah di dunia. Kami bertanya kepadanya: “Apakah Arab itu akan menjadi daratan yang dipenuhi dengan kebun buah-buahan dan sungai?” Dia menjawab: “Ya, hal ini adalah fakta ilmiah.”

Hal ini mengherankan kami, dan kami heran bagaimana dia membuat pernyataan ini sebagai fakta ilmiah padahal hal ini berhubungan dengan masa depan dan kami bertanya: “Mengapa?” Dia menjawab: “Sebab zaman es pada dasarnya telah dimulai. Dan kita dapat melihat es yang bergerak sangat perlahan, sekali lagi, dari kutub Utara menuju ke selatan. Pada kenyataannya, es di kutub sekarang mendekati Jazirah Arab secara perlahan. Kita dapat melihat tanda es ini dari badai salju yang menyerang bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim dingin. Para ilmuwan telah melihat tanda-tanda lain dan informasi yang menunjukkan dimulainya zaman es. Inilah fakta ilmiah. ”

Kami mengatakan kepadanya: “Apakah yang baru saja Anda sebutkan itu hanya diketahui ilmuwan setelah penelitian yang lama dan dengan bantuan peralatan tertentu. Tetapi kami telah mendapatkan yang Anda sebutkan itu dari Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Beliau bersabda di dalam hadisnya yang diteruskan di dalam Shahih Muslim.

“Hari kiamat itu tidak akan datang kepada kita sampai daratan Arab itu sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai. ”

Pada pokok persoalan ini kami bertanya kepada Profesor Kroner: “Siapa yang mengajarkan Nabi Muhammad SAW bahwa daratan Arab itu sekali lagi akan dipenuhi dengan kebun buah-buahan dan sungai?” Dia langsung menjawab: “Bangsa Romawi”. Hal ini mengingatkan kami akan kemampuan Profesor Kroner untuk mengelak. Kami bertanya kepadanya pertanyaan lain: “Akan tetapi siapa yang memberitahukan Nabi Muhammad SAW bahwa daratan Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai?” Prof Kroner menjadi mengelak jika malu, akan tetapi sewaktu atau pada saat dia dihadapkan dengan kebenaran, dia cukup berani untuk menyatakan pendapatnya secara blak-blakan dan dengan demikian dia menjawab: Ia dapat mengetahuinya hanya melaui petunjuk dari yang di atas.

Akhirnya, setelah kami berbicara dengannya, dia membuat komentar sebagai berikut:

“Jika Anda menggabungkan semua ini dan menggabungkan semua pernyataan itu maka di dalam al-Quran juga ada ayat yang berhubungan dengan bumi dan formasi dari bumi dan ilmu pengetahuan secara umum, Anda dapat mengatakan secara mendasar bahwa pernyataan itu dibuat dalam beberapa cara yang benar. Mereka sekarang dapat ditegaskan dengan metode ilmiah dan pada cara yang dapat Anda katakan bahwa al-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. Pernyataan itu dibuat pada saat atau zaman yang tidak dapat dibuktikan dengan metode modern secara ilmiah yang sekarang pada posisi yang dapat ditunjukkan dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad 1400 tahun yang lalu.”

Allah berfirman: “Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita al-Quran setelah beberapa waktu lagi. ” (QS Shaad : 87-88)

 

Geologi

Bagaimana Anda dapat membuktikan agama yang benar kepada siapa yang tidak berbicara bahasa Arab atau mengetahui sesuatu tentang kelancaran al-Quran yang tidak dapat ditiru atau ada bandingannya? Apakah hanya dengan cara itu mereka mempelajari bahasa Arab ini dan untuk pemilik ilmu pengetahuan? Jawabannya “tentu tidak”. Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia telah menunjukkan rahmat-Nya kepada mereka dan kepada generasi lain dengan menurunkan bukti yang tepat kepada seluruh manusia, terlepas dari perbedaan di antara mereka seperti ras, bahasa, dan waktu.

Kami bertemu dengan Profesor Palmer, salah satu ahli geologi terkemuka di Amerika Serikat. Dia mengepalai sebuah panitia yang mengatur ulang tahun perkumpulan atau Perhimpunan Ahli Geologi Amerika. Ketika kami bertemu dengannya, kami menunjukkan keajaiban ilmiah beberapa ayat al-Quran dan Hadis Nabi, di mana dia sangat heran dan kaget. Saya ingat sebuah anekdot yang menyenangkan. Ketika menunjukkannya bahwa al-Quran menyebutkan bagian terdekat dan dinyatakan di dekat Yerusalem, di mana peperangan yang terjadi di antara Persia dan Romawi. Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia berfman:

“Alif Laam Miim, telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. ” (QS ar Ruum: 13)

Kata “adna” bisa berarti yang terdekat atau terendah. Penafsir al-Quran, yang kemungkinan Allah senang dengan mereka yang disebutkan “adnal ardhi”‘ yang berarti daerah terdekat dengan Jazirah Arab. Akan tetapi arti kedua itu juga menyebutkan di sana. Dengan cara inilah al-Quran memberikan satu kata yang memiliki banyak arti, sebagaimana yang digambarkan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya:

“Saya telah diberi banyak kata yang meliputi banyak hal. ” (HR Bukhari-Muslim)

Ketika kami menanyakan bagian bumi yang rendah, kami mendapatkan bahwa hal ini memiliki tempat yang sama persis sebagai saksi peperangan yang mana Ro­mawi terkalahkan. Ketika kam.i memberitahu Profesor Palmer tentang hal ini, dia menandingi sebelum berkata bahwa ada beberapa daerah lain yang lebih rendah daripada yang disebutkan dalam ayat al-Quran. Dia memberi contoh nama daerah lain itu di Eropa dan Amerika. Kami meyakinkannya bahwa informasi kami itu teruji dan tepat. Kami menunjukkannya globe topografi yang menunjukkan bagian yang tinggi dan rendah. Dia mengatakan bahwa hal ini akan mudah dengan globe untuk memastikan tempat terendah di bumi. Dia memutar tangan globe dengan tangannya dan memusatkan tanda pada daerah dekat Yerusalem. Untuk kebenarannya, ada tanda panah kecil yang menonjol menghadap ke arah area itu dengan kata-kata: “Daerah yang terdekat yang menghadap ke bumi.”

Profesor Palmer dengan cepat mengakui bahwa informasi kami memang tepat. Dia meneruskan pembicaraan bahwa negeri ini memang yang terdekat dengan bumi. Profesor Palmer berkata: “Hal ini terjadi di daerah Laut Mati yang ada di atasnya sini dan cukup menarik dengan diberi nama di atas globe: “Negeri yang terdekat di dunia. ” Sehingga hal ini didukung oleh tafsiran kata-kata yang kritis. ”

Profesor Palmer lebih heran lagi ketika menemukan al-Quran berbicara tentang zaman dulu dan menggambarkan bagaimana awal mula penciptaan, bagaimana bumi dan langit diciptakan, bagaimana air memancar terus dari tempat terdalam di bumi, bagaimana gunung ditegakkan di atas daratan, bagaimana tumbuh-tumbuhan dimulai, bagaimana bumi sekarang, menggambarkan gunung-gunung fenomena alam, serta perubahan yang ada di permukaan bumi sebagai saksi di Jazirah Arab. Hal ini bahkan digambarkan masa depan daratan Arab dan masa depan daratan seluruh bumi ini. Dengan hal ini, Profesor Palmer mengakui bahwa al-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Seperti ilmuwan lain, Profesor Palmer pada mulanya ragu-ragu, tetapi tidak lama kemudian dia datang dengan pendapatnya. Di Kaim, dia mempresentasikan hasil penelitiannya yang berhubungan dengan aspek yang tidak dapat ditiru dari ilmu pengetahuan tentang geologi yang terdapat di dalam al-Quran. Dia mengatakan bahwa dia tidak mengetahui bahwa seni pernyataan dalam bidang keilmuan selama zaman Nabi Muhammad SAW. Namun, dari apa yang kita ketahui tentang pengetahuan dan peralatan yang hanya sedikit pada saat itu, niscaya kita dapat menyimpulkan bahwa al­Quran adalah cahaya yang hebat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW Di sini Profesor Palmer menyimpulkan dengan kata-katanya sebagai berikut:

“Kami membutuhkan penelitian sejarah sebelum pertengahan timur tradisi lisan untuk mengetahui apakah kenyataan itu berhubungan dengan peristiwa sejarah yang telah dilaporkan. Jika tidak ada catatan, hal ini diperkuat dengan kepercayaan bahwa Allah menurunkannya melalui Nabi Muhammad SAW dengan sedikit pengetahuannya dan kita hanya menemukan untuk diri kita pada akhir-akhir ini. Kita melihat kelanjutan dialog dengan topik ilmu pengetahuan menurut al-Quran dalam konteks geologi. Terima kasih banyak. ”

Sebagaimana Anda lihat, inilah salah satu tokoh besar dalam bidang geologi di dunia sekarang ini, yang datang dari Amerika Serikat, dia masih mernbutuhkan seseorang untuk menunjukkan kebenaran kepadanya. Orang Barat dan orang Timur yang tinggal di tengah­tengah peperangan antara agama dan ilmu pengeta­huan. Akan tetapi, peperangan ini tidak dapat dielakkan sebab semua pesan itu sebelumnya telah berubah. Oleh karena itu, Allah mengutus Nabi Muhammad SAW dengan Islam yang menawarkan kebenaran yang telah dirusak.

Seseorang mungkin bertanya: Bagaimana orang­orang ini menerima apa yang kita katakan kepada me­reka ketika kita secara jasmaniah orang-orang bawahan dan kita tidak mengikuti agama kita dengan taat? Jawaban saya untuk mereka adalah pengetahuan yang menambah keinsafan dari seseorang yang memperolehnya. Pengetahuan orang-orang itu peduli hanya untuk melihat kenyataan, tidak hanya pada gambar. Kekayaan Islam sekarang ini tepat dengan ilmu pengetahuan ini dan kemajuan ilmiah. Ilmu pengetahuan modern dapat tetap menundukkan kepalanya dalam penghormatan kepada kitab Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Sifat dasar dari masa purba, al-Fitrah, yang mana Allah menciptakan manusia, tidak mencapai ketenangan kecuali dengan cara Islam. Orang itulah yang tidak memiliki iman yang terus-menerus yang dipenuhi rasa gelisah dan bingung. Terlebih lagi suasana kebebasan di Barat membantu ilmuwan Barat untuk mengekspresikan apa yang mereka percayai tanpa takut maupun malu. Kami mendengar mereka dalam beberapa tahap pengakuan dan penegasan keajaiban saat ini, al-Quran yang mengingatkan kehidupan sampai akhir zaman.

 

Gunung

Sekarang kami bertemu dengan seseorang ahli yang unik. Dia berbeda dengan ahli yang lain, tetapi pada saat yang sama, dia anggota dari kelompok ahli. Namanya adalah Profesor Siaveda, salah satu anggota ahli geologi dari Jepang. Dia juga salah satu ilmuwan terkenal dunia. Pemikiran Profesor Siaveda dipenuhinya dengan beberapa distorsi dan kecurigaan tentang semua agama. Memang benar apa yang dia katakan yang berkenaan dengan semua agama, kecuali Islam, sebab Islam berbeda dengan semua agama yang ia bicarakan.

Ketika kami bertemu dengannya, dia berkata kepada kami: “Anda belajar agama yang semua ada di dunia seharusnya Anda menjaga dengan menutup mulut Anda selamanya.” Kami menjawab: “Tetapi mengapa, Profesor, mengapa?” Dia menjawab: “Sebab, jika Anda berbicara, Anda menyebabkan perang yang berkobar antara keseluruhan manusia di dunia”. Kami bertanya kepadanya: “Mengapa persekutuan NATO dan Pakta Warsawa mengumpulkan gudang senjata nuklir secara besar-besaran dan senjata nuklir di angkasa, laut, darat, dan bawah tanah. Mengapa hal ini? Apakah hal ini untuk alasan agama?” Dia terdiam. Kemudian kami berkata kepadanya: “Bagaimananapun kami tahu bahwa sikap Anda yang berhubungan dengan semua agama, namun karena Anda tidak tahu banyak tentang Islam, Anda mungkin mendengar apa yang kami katakan.” Jadi, kami menanyakannya banyak pertanyaan tentang keahliannya dan juga memberikan informasi kepadanya tentang ayat-ayat al-Quran dari Hadis Nabi yang menyebutkan fenomena yang ia bicarakan.

Satu dari pertanyaan ini adalah tentang gunung yang benar-benar mengakar di bumi. Dia menjawab: “Perbedaan pokok antara gunung yang ada di benua dan gunung yang ada di samudera terletak pada bahannya. Gunung yang ada di benua pada dasarnya terbuat dari endapan, sedangkan gunung di samudera terbuat dari batu vulkanik. Gunung di benua terbentuk dari kekuatan tekanan , sedangkan gunung di samudera terbentuk dari kekuatan perpanjangan. Tetapi, di antara kedua gunung itu memiliki persamaan bahwa mereka mengakar untuk mendukung pegunungan. Dalam hal ini, gunung di benua, ringan rendahnya berat jenis bahan dari gunung secara luas turun ke bumi sebagai akar. Sedangkan gunung di samudera juga ada bahan ringan yang menyokong gunung sebagai akar, tetapi bahan-bahan gunung disamudera ini tidak ringan sebab komposisinya ringan, tetapi panas, oleh karena itu agak meluas Tetapi dari sudut pandang berat jenis, mereka mengerjakan hal yang sama dalam menyokong pegunungan. Oleh karena itu, fungsi akar adalah penyokong gunung sesuai dengan hukum Archimedes. ”

Profesor Siaveda menggambarkan semua bentuk gunung, baikyang di darat maupun di laut, sebagaimana yang menjadi bentuk iris. Dapatkah seseorang pada masa Nabi Muhammad SAW mengetahui kondisi gunung ini? Dapatkah seseorang membayangkan bongkahan gunung yang dia lihat sebelumnya benar-benar memperluas ke dalam bumi dan memiliki akar sebagaimana yang dipercayai para ilmuwan. Banyak buku geografi yang membicarakan gunung, hanya menggambarkan bagian permukaan bumi. Hal inilah yang tidak ditu­lis oleh ahli geologi, akan tetapi ilmu pengetahuan modern memberikan informasi kepada kita tentang gunung dan Allah berfirman,

“Dan gunung gunung sebagai pasak” (QS an­Naba’. 7)

Kami bertanya kepada Profesor Siaveda: “Apakah gunung-gunung itu memiliki fungsi dalam membangun kerak bumi?” Dia mengatakan bahwa hal ini belum ditemukan dan dibangun oleh para ilmuwan. Dalam pandangan jawaban, kami menyelidiki dan menanyakan tentang hal ini dan kami mendapati beberapa ahli geologi memberikan jawaban yang sama, kecuali hanya sedikit. Di antara yang sedikit itu sebagai penulis buku yang berjudul “Bumi”. Buku ini dijadikan sebagai dasar referensi di beberapa universitas di seluruh dunia. Salah satu penulis buku ini bernama Frank Press. Sekarang ini dia Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan di Amerika Serikat. Sebelum itu, dia penasihat ilmu pengetahuan bekas Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter.

Apa yang dikatakan dalam bukunya, ia menggambarkan gunung menyerupai bentuk iris di mana gunung itu bagian kecil dari semua yang memiliki akar dan mengakar kuat di dasar tanah. Prof Press menulis fungsi gunung dan menyatakan bahwa mereka memainkan peran penting dalam menstabilkan kerak bumi. Inilah kenyataan mengapa al-Quran menggambarkan gunung pada 14 abad yang lalu.

Allah berfirman:

“Dan gunung gunung dipancangkannya dengan teguh. ” (QS an-Naazi’at : 32)

“Dan Dia menancapkan gunung gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu. ” (QS an-Nahl : 15)

Namun, siapa yang telah memberi tahu Nabi Muhammad SAW tentang hal ini? Kami menanyakan kepada Profesor Siaveda pertanyaan berikut: “Apa pendapat Anda setelah melihat al-Quran dan Sunnah yang berkaitan dengan rahasia alam semesta yang baru saja ditemukan para ilmuwan akhir-akhir ini?” Dia menjawab:

“Saya pikir, hal ini terlihat sangat misterius bagi saya, hampir tidak dapat dipercaya. Saya sungguh berpikir apa yang Anda katakan itu benar. Buku itu sungguh luar biasa, saya setuju. ”

Ya, apa yang dapat dikatakan para ilmuwan? Mereka tidak dapat menghubungkan pengetahuan yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan yang tertulis di dalam al-Quran untuk seluruh umat manusia atau ahli ilmiah pada masa lalu, sebab semua ilmuwan tidak menyadari akan rahasia semua ini. Terlebih lagi, semua manusia tidak dapat menjelaskan tetapi untuk menghubungkan pengetahuan itu untuk beberapa kekuatan bumi. Ya, inilah petunjuk dari Allah yang diturunkan kepada utusan-Nya, Nabi Muhammad SAW yang buta huruf yang dibuat Allah sebagai tanda yang abadi untuk mengantarkan manusia sampai akhir zaman.

 

Laut dan Samudera

Kami menghadirkan kepada Anda Prof. William W Hay, ahli geologi Universitas Colorado, Boulder, Colorado, Amerika Serikat. Sebelumnya dia, sebagai Dekan Rosentiell School of Marine dan Atmospheric Science di Universitas Miami, Miami, Florida, Amerika Serikat. Kami pergi dengannya pada ekspedisi laut untuk menunjukkan kepada kami beberapa fenomena yang berhubungan dengan penelitian kami, keajaiban ilmiah dari al-Quran dan Sunnah. Kami menanyakannya tentang permukaan laut, pembatas antara bagian atas dan bawah laut, dasar samudera, dan geologi laut. Kami juga menanyakan kepada Profesor Hay tentang pembatas air yang bercampur antara air laut dan air sungai. Dia cukup baik dalam menjawab pertanyaan kami secara detail. Dalam kaitannya dengan pencampuran antara laut yang berbeda, dia menjelaskan bahwa dalam kumpulan air ini bukanlah laut yang homogen sebagai­mana yang terlihat. Laut-laut itu agak berbeda, yang membedakan adalah kadar garam yang bermacam-macam, suhu, dan berat jenis. Jika dilihat dengan mikroskop akan terlihat garis putih yang merupakan percampuran antara dua air laut yang berbeda. Masing-masing percampuran ini membagi dua laut yang berbeda dalam suhu, kadar garam, berat jenis, biologi laut, dan kadar oksigen yang larut. Ilmuwan pertama melihat gambar, sebagaimana yang Anda lihat, pada tahun 1942, setelah beratus-ratus tahun tempat penelitian laut itu didirikan. Di sinilah kita lihat perbedaan antara Laut Tengah dan Samudera Atlantik.

Pada foto, kita lihat segitiga yang berwama. Ini adalah dasar batu Gibraltar. Kita dapat mengamati perbedaan warna kedua kumpulan air, meskipun dengan mata telanjang manusia tidak dapat merasakan kealamiannya. Hal itulah yang mungkin dengan alat satelit fotografi dan teknik kegunaan remote. Foto yang dibuat di sini diambil dengan menggunakan satelit, khususnya yang berkaitan dengan panas dari kumpulan air yang berbeda-beda. Dan alasan inilah mengapa laut terlihat memiliki warna yang berbeda. Sebagaimana contoh, kita di sini melihat biru muda, biru tua, dan hitam. Kumpulan air yang lain menunjukkan warna hijau. Perbedaan warna itu menunjukkan perbedaan suhu dari permukaan laut. Akan tetapi, sebagaimana yang kita ketahui semua, samudera dan laut akan terlihat dengan warna biru di hadapan mata kita. Percampuran ini hanya dapat dilihat dan diterima dengan penelitian ilmiah dan teknologi modern. Allah telah menjelaskan kepada kita di dalam al-Quran bahwa:

“Dia membiarkan (maraja) dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing ” (QS ar-Rahman: 19 – 20)

Secara tradisi, ada dua tafsiran utama dari ayat ini. Yang pertama, menunjukkan dengan mengikud arti harfiah dari istilah maraja, laut yang bertemu dan bercampur dengan yang lain. Akan tetapi, pada kenyataannya al-Quran melanjutkan pengertian itu bahwa ada pembatas antara mereka. Arti pembatas ini secara sederhana mencegah laut dari melanggar hal keduanya atau penggenangan dengan yang lain.

Pendukung pendapat kedua, menanyakan bagai­mana bisa ada pembatas antara laut yang mana mereka tidak melanggar satu dengan yang lain. Sedangkan ayat ini menunjukkan bahwa laut saling bertemu? Mereka menyimpulkan bahwa laut tidak bertemu dan mencari arti lain dari istilah maraja, tetapi sekarang ilmu pengetahuan modern menunjukkan kita dengan informasi yang cukup untuk menyelesaikan persoalan ini. Laut tidak bertemu sebagaimana yang kita lihat, sebagaimana contoh di dalam gambar Mediterranean dan Samudera Atlantik. Meskipun ada pembatas air yang condong di antaranya, kita sekarang tahu bahwa mela­lui pembatas ini air dari masing-masing laut itu melintasi yang lain. Tetapi ketika air dari laut satu memasuki laut yang lain, akan kehilangan sifat tersendirinya dan menjadi sejenis dengan air yang lain. Pada suatu jalan, pembatas ini menjalankan sebuah peralihan area sejenis untuk dua macam air.

Inilah sebuah contoh yang unggul dari penelitian ilmiah modern Islam. Dengan demikian teknik modern dapat digunakan untuk menunjukan bahwa al-Quran tidak ada bandingannya. Kami mendiskusikan ayat ini dan beberapa ayat yang lain yang sangat panjang dengan Profesor Hay dan kemudian kami menanyakan kepada beliau pertanyaan sebagai berikut: “Apakah pendapat Anda tentang fenomena ini, yakni teks yang telah Anda miliki sekarang yang telah diturunkan pada 1400 tahun yang lalu dan menggambarkan secara mendetail rahasia alam semesta yang mana tidak seorang pun pada waktu itu yang pernah mengetahuinya secara sederhana karena teknik dan peralatan yang tersedia?

Profesor Hay menjawab: “Saya mendapatkan hal yang sangat menarik bahwa informasi semacam ini di dalam kitab Injil kuno dari kitab al-Quran dan saya tidak rnemiliki cara mengetahui mereka datang dari mana, tetapi saya pikir hal ini luar biasa menarik dan pekerjaan ini akan berlanjut untuk menemukannya, arti dari beberapa bagian ini. ” Dia ditanyai: “Kemudian Anda telah menolak dengan mutlak hal ini berasal dari sumber manusia. Siapa yang Anda pikiirkan informasi seperti ini dari sumber yang asli?” Profesor Hay menjawab: “Baik, saya berpikir pasti ini berasal dari Tuhan. ”

Sebenarnya ini adalah pengetahuan Ketuhanan yang diturunkan Allah untuk mendukung pesan Nabi Muhammad SAW, yang mana beliau bersabda:

“Setiap Rasul telah diberi sesuatu untuk membuat umatnya percaya kepadanya. Tetapi aku diberi petunjuk oleh Allah, dan aku berbarap, aku akan memiliki pengikut paling banyak di hari kiamat. ” (HR Bukhari)

Petunjuk ini berisi keajaiban dan tetap dipegang teguh sebagai buku kepada manusia sampai akhir zaman.

 

Kedalaman Laut dan Samudera

Keajaiban al-Quran satu-satunya yang abadi, yang diulangi sampai hari akhir dan mungkin diketahui oleh seluruh umat manusia meskipun berbeda tingkat kebudayaan dan waktu sejarah. Suku Badui di padang pasir dan Profesor di universitas akan mendapatkannya di dalam al-Quran yang akan mencukupinya.

Kami menghadirkan kepada Anda profesor Dorja Rao. Dia seorang ahli dalam bidang geologi laut dan sekarang ini mengajar di Universitas King Abdul Aziz, Jeddah. Kami bertemu dengannya dan menjelaskan beberapa ayat al-Quran yang berisi tanda-tanda ilmiah di dalam al-Quran. Dia heran dengan apa yang dia lihat dan dengar. Dia telah membaca terjemahan al-Quran dan ayat-ayat al-Quran dalam buku-buku tertentu. Di antara ayat-ayat ini, dia mendiskusikan apa yang telah difirmankan Allah di dalam al-Quran sebagai berikut:

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih bertindih apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tidaklah dia mernpunyai cahaya sedikitpun. (QS an-Nur: 40)

Profesor Rao menegaskan bahwa ilmuwan sekarang mengetahui kegelapan itu dengan peralatan seperti kapal selam yang memungkinkan mereka untuk menyelami kedalaman samudera, di mana manusia tidak sanggup menyelam tanpa bantuan untuk kedalaman lebih dari 20 sampai 30 meter. Itulah orang menyelam untuk mutiara di air dangkal dan tidak dapat menyelam lebih dari kedalaman ini. Manusia tidak dapat menyelamatkan nyawa pada kedalaman samudera yang gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Tetapi, ayat ini membicarakan tentang fenomena yang ditemukan pada samudera yang sangat dalam. Oleh karena itu, pernyataan Allah tentang kegelapan di dalam samudera luas yang sangat dalam tidak mengacu hanya untuk laut sebab tidak semua laut dapat digambarkan sebagaimana memiliki lapisan kegelapan yang terkumpul yang berlapis-lapis. Bagian lapisan kegelapan ini di laut yang dalam memiliki dua sebab sebagai hasil dari menghilangkannya warna yang berturut-turut satu lapisan setelah yang lain. Sinar cahaya itu tersusun dari tujuh warna dan ketika sinar tersebut mengenai air, kemudian dipantulkan menjadi tujuh warna.

Kita bisa melihat sinar cahaya yang akan melalui kedalaman samudera. Lapisan paling atas diserap warna merah pada kedalaman sepuluh meter pertama. Jika seorang penyelam akan menyelam pada keda­laman tiga puluh meter dan terluka di sana, dia tidak akan bisa melihat darahnya, sebab warna merah tidak sampai pada kedalaman ini. Pada cara yang sama, sebagaimana yang kita ketahui, lapisan oranye diserap. Kemudian pada kedalaman lima puluh meter, lapisan kuning diserap. Pada kedalaman lebih dari dua ratus meter, lapisan biru diserap dan seterusnya. Dari sini kita mendapatkan bahwa samudera menjadi semakin lama semakin gelap, bahwa kegelapan terjadi pada lapisan yang terang. Sebagai alasan yang kedua, kegelapan mula-mula hasil dari pembatas di mana cahaya itu tersembunyi.

Lapisan cahaya, yang kita lihat di sini, mula-mula dari matahari dan diserap oleh awan, yang berubah menghamburkan beberapa lapisan cahaya, karena itu menghasilkan lapisan kegelapan di bawah awan. Inilah lapisan kegelapan pertama. Kemudian ketika cahaya mencapai permukaan samudera, cahaya itu akan dipantulkan oleh gelombang permukaan, dengan demikian memberikan penampakan berkilauan. Inilah alasan bahwa ketika ada gelombang, intensitas bayangan ini tergantung pada sudut gelombang itu. Oleh karena itu, gelombang yang memantulkan cahaya dan karena kegelapan itu. Cahaya.yang tidak dipantulkan menembus kedalaman samudera karena itu kami membagi samudera menjadi dua lapisan, bagian permukaan dangkal dan bagian dalam. Permukaan samudera yang dangkal digolongkan dengan cahaya dan kehangatan. Sedangkan samudera yang dalam digolongkan dengan kegelapan.

Dua bagian samudera ini memiliki sifat yang berbeda. Dan permukaan lebih jauh terpisah dari bagian dalam oleh gelombang. Gelombang internal baru ditemukan pada tahun 1900. Akhir-akhir ini, ilmuwan menemukan ada gelombang internal yang terjadi pada ketebalan permukaan antarlapisan dari berat jenis yang berbeda. Gelombang internal memiliki perilaku seperti gelombang di permukaan. Mereka juga dapat meretakkan seperti gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat manusia, tetapi dapat dideteksi dengan mempelajari suhu atau kadar garam pada tempat yang diberikan.

Di bawah gelombang ini, yang terbagi menjadi dua bagian samudera, kegelapan dimulai. Pada kedalaman ini, ikan tidak dapat melihat. Mereka hanya memiliki sumber cahaya dari tubuh mereka. Kegelapan ini yang berlapis dan bertingkat satu dengan yang lain telah dijelaskan dalam al-Quran.

Dengan kata lain, masih ada beberapa gelombang bertingkat selanjutnya ditemukan pada permukaan samudera. Al-Quran kemudian juga menjelaskan kegelapan itu. Kegelapan itu disebabkan karena pembatas yang dijelaskan pada tambahan disebabkan karena perubahan penyerapan warna pada tingkatan yang berbeda lapisan satu dengan yang lain. Di sini kegelapan yang total, kapal selam harus membawa sumber cahaya mereka, sehingga siapa yang menjelaskan Nabi Muhammad SAW mengenai hal ini?

Kami menunjukkan beberapa ayat kepada Profesor Rao yang berkaitan dengan keahliannya dan kami bertanya: “Apa yang Anda pikirkan tentang keberadaan informasi ilmiah di dalam al-Quran? Bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa mengetahui fakta ini pada 14 abad yang lalu?”

Profesor Rao menjawab: “Sulit membayangkan bahwa tipe pengetahuan ini telah ada pada 1400 tahun yang lalu. Mungkin ada beberapa hal yang mereka memiliki ide sederhana tetapi untuk menggambarkan hal itu secara detail sangat susah. Sehingga, hal ini tidak didefinisikan ilmu pengetahuan manusia secara sederhana. Manusia normal tidak dapat menjelaskan fenomena itu secara detail. Dengan demikian, saya pikir, informasi itu pasti berasal dari sumber supranatural. ”

Ya, sumber seperti ilmu pengetahuan itu pasti lebih dari tingkatan manusia. Sebagaimana yang dikatakan Profesor Rao, tidak datang dari alam, namun hal ini jauh melebihi alam dan jauh dari kemampuan manusia. Apa yang dicoba Profesor Rao untuk mengatakan bahwa sesuatu itu tidak dapat dilengkapi dengan kemajuan, untuk itu kebenaran ini ditunjukkan dengan firman Allah, satu-satunya yang mengetahui alam semesta dan rahasianya. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan di dalam al-Quran:

“Katakanlah: al-Quran itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. . . . ” (QS al-Furqan: 6)

Inilah dari Allah. Dengan demikian, kesaksian ilmuwan itu dipusatkan menjadi satu setelah membuktikan petunjuk ini dan cahaya yang berisi kebenaran yang tidak dapat disangkal lagi, untuk itulah al-Quran adalah sumber petunjuk sampai hari akhir.

 

Fenomena Laut

Kami menghadirkan kepada Anda Profesor Shrceder, ilmuwan kelautan dari Jerman. Kami bertemu dengannya pada seminar Ilmuwan Kelautan yang diselenggarakan di Universitas King Abdul Aziz, Jeddah. Saya bertanya untuk mengantarkan pembicaraan fenomena laut antara penemuan ilmiah dan ayat al-Quran. Pada hari selanjutnya, Profesor Shroeder berdiri dan memberi komentar apa yang telah kami katakan:

Saya hendak memberi komentar tentang kuliah yang disampaikan Syeikh az-Zindani kemarin, dan akan mengatakan berapa banyak saya menghargai perkuliahan ini dalam rangka pertemuan ilmiah. Seseorang tidak dibutuhkan untuk menjadi seorang Muslim (untuk melihat ilmu pengetahuan dalam konteks agama yang lebih luas), bahkan untuk saya seorang Nasrani, penting tidak hanya melihat ilmu pengetahuan, namun saya juga dalam perasaan dan gambar yang lebih lebar dan  ketika dibandingkan dengan agama, lihatlah hal ini dalam konteks agama. ”

Setelah mengetahui hal itu, Profesor Shroeder mendiskusikan hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama. Dia menunjukkan jurang pemisah antara agama yang berbeda-beda dan ilmu pengetahuan. Maka dari itulah terdapat saling bertolak belakang antara pemikiran pemuka agama dan ilmuwan. Namun, Profesor Shroeder heran ketika dia ditunjuk kan kebenaran yang berisi bermacam-macam ayat al­Quran yang telah diturunkan 1400 tahun yang lalu. Dia memberi komentar:

“Dalam beberapa agama, kita mendapatkan pemuka agama yang berpikir bahwa ilmu pengetahuan dapat mengambil sesuatu dari agama. Jika ilmu pengetahuan  membuat peningkatan, agama harus berputar kembali, menjadi dilanggar batasannya. Di sinilah kita lihat sebuah pendekatan yang berbeda secara lengkap. “Syeikh az-Zindani menunjukkan kita bahwa ilmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertuliskan di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Sebenarnya ilmuwan sekarang menemukan apa yang telah dikatakan sebelumnya, saya pikir hal ini penting. Penting dalam arti untuk diadakan sebuah simposium atau workshop untuk dijadikan peran serta, diskusi, dan persetujuan ilmuwan dari seluruh bangsa dan saya yakin bahwa kita semua akan pulang dan sekarang berpikir lebih banyak lagi tentang hubungan antara agama dan pengetahuan kelautan'”.

Hal ini menjadi jelas bahwa para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu. Hal ini mengingatkan kita pada pernyataan sebagai berikut: Siapa yang memberitahukan Nabi Muhammad tentang hal ini? Siapa yang menurunkan pengetahuan ini kepadanya? Sebab, inilah kebenaran yang sezaman dengan apa yang diketahui oleh para ilmuwan, baik itu mereka sebagai ahli astronomi, ahli kelautan, ahli geologi atau ahli dalam bidang keilmuwan yang lain, akan tetapi al-Quran dan Sunnah telah menyebutkannya.

Setelah mendengarkan kita, Profesor Shroeder percaya dengan sepenuhnya dan membuat pernyataan sebagai berikut:

“Tidak ada pengetahuan pada satu sisi, juga agama pada satu sisi. Orang-orang tidak berbicara dengan yang lain, akan tetapi mereka akan menuju pada satu petunjuk. Mereka menyatakan hal yang sama dalam bahasa yang berbeda, bahasa ilmiah (bahasa abstrak) dan bahasa tulisan, sebagaimana yang telah dikatakan Syeikh. ”

Dia meminta dengan jelas bahwa kenyataan ini dipersembahkan untuk seluruh umat manusia di seluruh dunia, akan tetapi khusus untuk ilmuwan dalam pusat studi mereka, dalam semua bahasa. Sehingga mereka paham dengan jelas dan ada hubungan yang benar antara agama dan ilmu pengetahuan yang telah diklarifikasikan. Kita berbicara tentang agama yang telah bebas dari distorsi. Pengetahuan yang benar harus ditegaskan dengan agama yang benar. Sebagaimana dalam konteks Islam, seperti yang tersebut di dalam al-Quran:

“Katakanlah: Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. ” (QS Yunus : 101)

“Sesungguhnya pada langit dan bumi benar­benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk orang-orang yang beriman. Dan pada penciptaan kamu danpada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk yang meyakini. Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkannya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya, dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kamu yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya, maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan keterangan Nya. ” (QS al Jaats’ryah : 3 -6)

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS az-Zumar : 9)

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah. ” (QS Muhammad : 19)

Agama mendorong kita untuk memperoleh pengetahuan dan mengharapkan kita merenungkan alam semesta dalam sebuah bahasa yang bisa dipahami sekarang.

 

Astronomi

AIlah telah membuat kejelasan kepada kita dalam kitab-Nya yang telah diwahyukan sebagai sebuah ingatan untuk seluruh dunia.

“Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita al-Quran setelah beberapa wahyu lagi. ” (QS Shaad: 87 – 88)

Oleh karena itu, dengan demikian al-Quran sebagai pengingat untuk seluruh umat manusia sampai hari akhir. Di dalamnya berisi keterangan penemuan manusia dalam batasan waktu. Karena, al-Quran ini diturunkan dari ilmu Allah dan setiap satu ayat itu petunjuk dari ilmu Allah yang sebagaimana difirmankan Allah:

“Tetapi Allah mengakui al-Quran yang diturunkan Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu Nya dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya. ” (QS an-Nisa: 166)

Setiap satu ayat berisi pengetahuan ketuhanan, akan tetapi manusia dengan terus-menerus mengembangkannya. Dalam pencapaian tingkatan ilmiah yang lebih tinggi di bawah kedudukan kemudian manusia sanggup melihat dengan tajam ilmu ketuhanan yang terdapat dalam ayat-ayat-Nya. Dengan demikian untuk mengetahui hal itu, ayat ini telah diturunkan dari Al­lah, dengan proses yang berlanjut dari perkembangan manusia, manusia akan datang untuk menemukan petunjuk yang memungkinkannya untuk memahami ayat lain dan lain-lainnya. Pada jalan inilah manusia akan melanjutkan untuk lebih banyak memahami ayat­ayat al-Quran. Inilah sifat al-Quran yang menakjubkan.

Profesor Amstrong bekerja di NASA, yang terkenal sebagai ilmuwan di National Aeronautics and Space Administration. Kami bertemu dengannya dan menanyakannya sejumlah pertanyaan tentang ayat al­Quran yang berkaitan dengan keahliannya dalam bidang astronomi. Kami bertanya tentang besi dan bagaimana pembentukannya? Dia menjelaskan bagaimana semua elemen di bumi ini terbentuk Dia menjelaskan bahwa baru akhir-akhir ini saja para ilmuwan menemukan kenyataan yang relevan tentang proses pembentukan. Dia mengatakan bahwa energi yang awalnya dari sistem matahari tidaklah cukup untuk memproduksi elemen besi. Dalam kalkulasi energi yang dibutuhkan untuk satu bentuk atom besi, telah ditemukan beberapa waktu sebagai energi seluruh sistem matahari. Dengan kata lain, seluruh energi di bumi atau di bulan atau planet Mars atau planet lain tidak cukup untuk membentuk satu atom besi baru, bahkan seluruh energi sistem matahari tidak cukup untuk hal tersebut. Itulah mengapa Profesor Amstrong mengatakan bahwa ilmuwan percaya bahwa besi adalah sebuah ekstraterrestrial yang dikirim ke bumi dan tidak terbentuk di sana. Kami membacakannya ayat al-Quran:

“Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia. ” (QS al-Hadid: 25)

Kemudian kami menanyakannya tentang langit dan beberapa tingkatannya atau celah di dalamnya. Dia menyangkal hal ini dan membalas bahwa apa yang kami bicarakan itu merupakan cabang dari astronomi yang dinamakan “Integrated Cosmos” yang mana kami, para ilmuwan, telah datang hanya untuk mengetahui sekarang ini. Sebagai contoh, jika kamu memiliki tubuh dalam ruang di angkasa luar yang mana mengadakan perjalanan melewati jarak tertentu dalam beberapa petunjuk dan kemudian perjalanan yang sama dengan petunjuk yang berbeda, kamu akan mendapatkan berat badan yang sama dalam semua petunjuk. Sebab badan memiliki keseimbangan tekanan udara pada petunjukyang sama. Tanpa keseimbangan ini, seluruh dunia akan runtuh. Saya mengingatkan ayat Allah di dalam al-Quran:

“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun. ” (QS Qaaf : 6)

Kemudian kami menanyakan Profesor Amstrong tentang usaha para ilmuwan untuk mencapai kemajuan dunia dan kami menanyakannya apakah dalam hal ini mereka telah berhasil? Dia menjawab bahwa mereka berjuang keras untuk memajukan dunia. Kami dengan kekuatan dan perlengkapan canggih untuk meneliti dunia untuk menemukan bintang baru yang masih kita lihat di luar galaksi kita dan kita belum meraih kemajuan dunia. Dia sadar dengan ayat al-Quran:

“Sesunguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang bintang dan Kami jadikan bintang-bintangitu alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. ” (QS al-Mulk : 5)

Pada kenyataannya, seluruh bintang ini adalah perhiasan surga yang paling bawah. Dia mengatakan bahwa para ilmuwan tidak dapat mencapai akhir dunia. Profesor Amstrong menambahkan bahwa karena hal ini, mereka berpikir bahwa pemancar, terlebih lagi teleskop di angkasa luar, tidak akan menghalangi penemuan mereka, meskipun debu dan rintangan udara yang lain. Teleskop pandangan menggunakan cahaya yang tidak bisa digunakan untuk jarak yang sangat jauh, sehingga kita menggantikannya dengan radio yang dioperasikan yang mampu digunakan untuk melihat lebih jauh. Meskipun demikian kami masih terbatas di wilayah dalam.

Saya menyebutkan ayat sebagai berikut:

“Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. ” (QS al-Mulk : 3-4)

Setiap saat Profesor Amstrong memberitahukan kami kenyataan ilmiah, kami memberitahukannya ayat yang relevan dengan pernyataanya itu. Kemudian kami mengatakan kepadanya: “Anda telah melihat dan menemukan kebenaran yang alami dari astronomi mo­dern untuk diriAnda sendiri dengan peralatan modern, roket dan pesawat ruang angkasa yang telah dikembangkan manusia. Anda juga telah melihat bagaimana kenyataan itu sama dengan apa yang telah disebutkan al-Quran pada 14 abad yang lalu, apa pendapat Anda tentang hal ini?”

Beliau menjawab:

“Ini pertanyaan yang sulit yang mana saya senantiasa berpikir tentang diskusi kita sejak saat itu. Saya terkesan beberapa tulisan kuno terlihat sangat cocok dengan astronomi modern pada tahun-tahun belakangan ini. Saya belum cukup mempelajari sejarah manusia untuk melengkapi proyek saya dan hal yang dapat dipercaya dengan keadaan pada 1400 tahun yang lalu yang telah berlaku.

Sungguh saya akan beralih dari apa yang saya percayai kepada apa yang telah kita lihat yang luar biasa, meskipun diakui atau tidak penjelasannya secara ilmiah. Mungkin ada sesuatu di luar pemahaman kita yang sesuai dengan pengataman manusia biasa untuk menerangkan tulisan yang telah kita lihat. Bukan maksud atau sikap saya untuk menunjukkan jawaban itu. Saya telah mengatakan banyak kata tanpa saya berpikir dengan pasti apa yang ingin Anda jelaskan Namun inilah pekerjaan saya sebagai seorang ilmuwan untuk menetapkan pertanyaan yang pasti. Dan saya berpikir bahwa salah satu di antara alasan itu lebih baik saya hentikan hanya jawaban singkat untuk melengkapi jawaban yang Anda inginkan. ”

Ya, ini sangat sulit untuk membayangkan ilmu pengetahuan yang dinyatakan di dalam buku Allah pada 14 abad yang lalu kepada Nabi Muhammad SAW dari sebuah sumber manusia. Pasti ada sumber lain di antara sumber-sumber yang ada yang mana para ilmu­wan memperoleh pengetahuan mereka, sebab hanya Allah yang mengetahui rahasia langit dan bumi.

Sebagaimana yang telah kita ketahui dari beberapa pertemuan dengan para ilmuwan ini, inilah permulan dunia baru. Inilah abad di mana agama dan ilmu pengetahuan dapat berangkulan antara kebenaran agama dan kebenaran ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tidak ada pertentangan apa pun di antara keduanya, baik pada beberapa oposisi. Inilah kesimpulan bahwa sarjana Muslim itu telah ada sepanjang abad. Itulah, tidak ada yang mungkin bahwa bukti ilmiah dapat bertentangan dengan kebenaran yang diturunkan dari Tuhan yang secara jelas telah dipahami. Jika mereka mengatakan kita berada dalam ruang tahun, inilah kebenaran, tahun di mana ilmu pengetahuan ilmiah dan agama saling mendukung, tetapi hal ini hanya ilmu pengetahuan yang benar dan agama Islam, yang mana Allah telah memelihara dari pemalsuan dan pengubahan.

 

Awan

Para ilmuwan telah mempelajari tentang tipe-tipe awan dan meyakini bahwa awan hujan terbentuk dari sistem tertentu dan berikatan dengan tipe-dpe angin dan awan tertentu. Salah satu jenis awan hujan adalah awan cumulonimbus bercampur dengan hujan angin ribut disertai petir dan gemuruh. Para ahli meteorologi telah mempelajari bagaimana awan cumulonimbus terbentuk dan bagaimana awan itu menghasilkan hujan, hujan es, dan halilintar/kilat. Para ahli meteorologi juga menemukan langkah-langkah yang dilewati awan cumulonimbus dalam menghasilkan hujan sebagai berikut:

 

1. Awan didorong angin

Awan cumulonimbus mulai terbentuk ketika angin mendorong sebagian kecil awan cumulus ke sebuah area di mana awan-awan ini berkumpul.

 

2.Penggabungan

Awan kecil bergabung bersama membentuk awan besar.

 

3. Penumpukan

Ketika awan-awan kecil bergabung, udara yang bergerak ke atas di dalam awan yang besar meningkat. Udara yang bergerak ke atas dekat dengan pusat awan lebih kuat dibanding dengan yang dekat dengan tepi. Udara yang bergerak ke atas ini menyebabkan badan awan tumbuh secara vertikal, sehingga awan menunggu di udara. Pertumbuhan vertikal ini menyebabkan badan awan menjadi bagian yang lebih dingin di atmos­fer di mana tetesan air dan hujan es merumuskan dan mulai berkembang melebar. Ketika tetesan air dan hujan es ini menjadi sangat ringan sehingga udara yang bergerak ke atas menyokong mereka, dengan demikian mereka mulai turun dari awan menjadi hujan, hujan es, dan lain-lain.

Allah berfirman di dalam Al-Quran:

“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya. . . ” (QS an­Nur: 43)

Akhir-akhir ini, ahli meteorologi mengetahui pembentukan, struktur, dan fungsi awan secara detail dengan menggunakan peralatan canggih seperti pesawat, satelit, komputer, balon, dan mempelajari angin dan petunjuknya untuk ukuran kelembaban dan variasinya dan untuk menentukan tingkatan dan variasi tekanan atmosfir.

Ayat yang terdahulu setelah menyebutkan awan dan hujan, belum bicara tentang hujan es dan halilintar.

“…. dan Allah (juga) menurunkan (butiran­-butiran) es dari langit (yaitu) dari (gumpalan­gumpalan awan seperti) gunung-gunung maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. ” (QS an-Nur: 43)

Para ahli meteorologi telah menemukan awan cumulonimbus ini, hujan es, mencapai ketinggian 25.000 sampai 30.000 kaki (4,7 sampai 5,7 mil) seperti gunung, sebagaimana telah tersebut di dalam al-Quran :

“. . . dan Allah (juga) menurunkan (butiran­butiran) es dari langit. . .. ” (QS an-Nur: 43)

Ayat ini mungkin menimbulkan sebuah pertanyaan mengapa ayat ini menyebutkan “….halilintarnya’ dalam referensi hujan es? Apakah hal ini berarti hujan es adalah faktor mayoritas dalam menghasilkan halilintar? Mari kita lihat buku yang berjudul “Meteorology Today” juga menyebutkan tentang hal ini. Buku itu menyebutkan bahwa awan mengelektrifikasikan hujan es melalui bagian tetesan awan yang paling dingin dan kristal es. Sebagai tetesan cair yang bertabrakan dengan hujan es, mereka membeku yang berhubungan dan melepaskan panas yang terpendam. Dia menjaga permukaan hujan es lebih hangat daripada sekeliling kristal es.

Ketika hujan es berhubungan dengan kristal es, maka terjadilah fenomena yang penting. Aliran elektron dari objek yang lebih dingin menuju objek yang lebih panas. Oleh karena itu, hujan es menjadi beraliran negatif Efek yang sama terjadi ketika tetesan yang paling dingin berhubungan dengan sebongkah hujan es dan pecahan es kecil yang beraliran positif Geretan partikel beraliran positif ini kemudian dibawa ke bagian atas awan oleh udara yang bergerak ke atas. Hujan es yang beraliran negatif turun ke dasar awan, dengan demikian bagian awan yang paling rendah beraliran negatif. Aliran negatif ini kemudian turun ke tanah menjadi halilintar. Kami menyimpulkan bahwa hujan es ini karena faktor hasil dari halilintar.

Informasi tentang halilintar akhir-akhir ini ditemukan. Sampai tahun 1600 Masehi, ide Aristoteles tentang meteorologi sangat dominan. Sebagai contoh, dia menyatakan bahwa atmosfir berisi dua jenis pernafasan keluar, basah dan kering. Dia juga mengatakan bahwa guntur adalah suara tumbukan dari pernafasan keluar yang kering dengan sekitar awan dan halilintar adalah peradangan dan terbakarnya pernafasan keluar yang kering dengan api yang kecil dan redup. Inilah beberapa ide tentang meteorologi yang dominan pada saat al-Quran turun pada 14 abad yang lalu.

 

Kesimpulan

Inilah keabadian, dapat diperbarui dan bukti yang hidup. Al-Quran adalah keajaiban yang abadi di tangan kita sampai akhir zaman. Pada 14 abad yang lalu, suku Badui di padang pasir menguji al-Quran dan menemukan pengetahuan ketuhanan di dalamnya, yang mana dia mengakui al-Quran dari Tuhannya dan ditegaskan dengan teliti melalui pesan Nabi Muhammad SAW.

Sekarang ini, para ilmuwan dengan disiplin ilmu pengetahuan yang bervariasi mempelajari al-Quran untuk mendapatkan pengetahuan ketuhanan yang sama yang mana mereka diberi bukti yang sama dan ditegaskan bahwa hal ini berasal dari pencipta alam semesta. Demikian juga bukti itu menegaskan keaslian buku itu melalui Nabi Muhammad SAW Kami telah bertemu dengan sejumlah ilmuwan yang sebagian dari mereka telah menegaskan bahwa pengetahuan ini bukan berasal dari manusia.

Profesor Dorja Rau mengatakan: “Sulit membayangkan bahwa tipe pengetahuan ini telah ada pada 1400 tahun yang lalu. Mungkin ada beberapa hal yang mereka memiliki ide sederhana tetapi untuk menggambarkan hal ini secara detail sangat susah. Sehingga, hal ini tidak didefinisikan ilmu pengetahuan manusia secara sederhana. Beberapa di antara mereka mengatakan bahwa pengetahuan bisa berasal dari luar alam semesta ini. ”

Profesor Amstrong berkata: “Mungkin ada sesuatu di luar pemahaman kita yang sesuai dengan pengalaman manusia biasa untuk rnenerangkan tulisan yang telah kita lihat. ”

Profesor Dorja Rao berkata: “Dengan demikian, saya pikir informasi itu pasti berasal dari sumber supernatural.”

Sebagian dari mereka mengekspresikan dengan tidak gentar dan menegaskan bahwa pengetahuan ini hanya berasal dari Allah, pencipta alam semesta.

Pertanyaannya: Kemudian Anda pikir dari siapa sumber infiormasi ini?

Profesor Hay menjawab: “Saya pikir ini pasti dari Tuhan.”

Profesor Kroner : “.. .metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun lalu. ”

Profesor Marshal Johnson: “Saya tidak menemukan perbedaan di sini dengan konsep yang berkaitan dengan ketuhanan yang terlibat di dalam apa yang telah ditulis.”

Profesor Shroeder: “Sebenarnya, ilmuwan sekarang rnenemukan apa yang telah dikatakan sebelumnya: ”

Profesor Persaud: “Tidak ada kesulitan dalam pikiran saya mengenai wahyu yang hebat atau yang diturunkan kepadanya dengan pernyataan­pernyataan ini. ”

Sebagian dari mereka menyimpulkan pernyataan mereka sebagai berikut :

Profesor Keith Moore: “Telah jelas bagi saya bahwa pernyataan ini pasti berasal dari Allah melalui Muhammad, sebab hampir seluruh pengetahuan ini tldak ditemukan sampai beberapa abad setelahnya. Hal ini membuktikan kepada saya bahwa Muhammad adalah utusan Allah. ”

Sebagian dari mereka mengucapkan shahadat dan memeluk Islam.

Profesor Tejasen: “Saya pikir inilah saatnya mengucapkan “Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Tidak ada keraguan bahwa al-Quran adalah keajaiban abadi yang kita miliki. Sebagaimana firman Allah di dalam al-Quran:

“Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah. ” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan al-Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-Quran (kepadanya). ” (QS al-An’am : 19)

Dengan demikian, siapapun yang telah diberi informasi tentang al-Quran ini mengemban kesaksian dan peringatan. Sifat dasar kesaksian ini tiap-tiap ayat dalam kitab Allah berisi penegasan secara ilmiah. Setiap ayat berisi pengetahuan ketuhanan. Setiap abad, kaum cendekiawan membuat kemajuan baru pada bidang mereka yang bermacam-macam.

Allah telah berfirman:

“. . . tetapi Allah mengakui al-Quran yang diturunkan-Nya kepadamu, Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya. . . ” (QS an-Nisa : 166)

Al-Quran adalah keajaiban yang memulai lagi dirinya sendiri dengan cara yang sesuai untuk setiap zaman / masa.

Allah telah berfirman:

“Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui. ” (QS al-An’am : 67)

Dengan yang kita simpulkan ini, semoga Allah menerimanya dengan sungguh-sungguh demi Allah sendiri. Amin.

 

Dikutip dari: Abdullah M, Al-Rehaili

 

 

5 pemikiran pada “Kebenaran Al-Quran

  1. TUHAN TELAH MENJANJIKAN dan MENUBUATKAN SEORANG JURUSELAMAT sejak Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa. (Mesias berasal dari bahasa Ibrani yang artinya Dia yang diurapi, seperti halnya seorang Raja yang diurapi).
    Secara bertahap dalam perjalanan waktu, melalui para nabiNya TUHAN memberitahukan kepada umat Israel gambaran /ciri2, yang makin hari makin jelas tentang kedatangan Mesias itu.
    Di bawah ini adalah DAFTAR dari NUBUATAN-2 yang TELAH DIGENAPI YESUS:
    a. Sang JURUSELAMAT itu akan LAHIR DARI KETURUNAN ABRAHAM – ISHAK – YAKUB : Kejadian 12:1-3 ; Kej 17 : 16-19, & 21 ; Kej 21: 12 ; Kej 27 : 28 & 33
    b. Tidak ada JURUSELAMAT selain daripada TUHAN SEMESTA ALAM ( Yes 43:11 & Hos 13:4 ). Tetapi kemudian dalam kitab Perjanjian Baru, dikatakan JURUSELAMAT adalah , Kristus Yesus, Tuhan ( Luk 2: 11, Kis 5: 30-31 & Kis 13: 22-23 ; 2Tim 1: 10 ; I Yoh 4:14 & Yud 1: 24-25 )
    c. DIA AKAN BERASAL DARI SUKU YEHUDA : KEJADIAN 49: 8- 10
    d. DIA AKAN BERASAL DARI KETURUNAN YEHUDA bernama Isai ( ayahnya Daud ) : Yesaya 11:1-5
    e. IA BERASAL DARI GARIS KETURUNAN LANGSUNG DARI RAJA DAUD :
    2 SAMUEL 7:8-13
    f. IA SUDAH ADA SEJAK KEKAL, namun IA AKAN DIPERANAKKAN DAN LAHIR DARI KANDUNGAN SEORANG PERAWAN (Yesaya 7:14) Dia akan disebut orang : Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai ( Yes. 9: 6 )
    g. IA LAHIR DI KOTA BETLEHEM ,YANG PERMULAANNYA SUDAH SEJAK PURBAKALA. dan akan memerintah Israel : Mikha 5:1
    h. Dia akan menjadi Nabi : Ulangan 18: 15 -18, nubuat ini sering dirampok oleh muslim
    i. Dia akan menjadi Imam untuk selama-lamanya : Mazmur 110:4
    j. Seorang utusan akan mendahului Dia mengumumkan kedatanganNya (Yohannes pembaptis ) : Yesaya 40:3
    k. Dia akan membuat mukjizat-mukjizat kesembuhan : Yesaya 35:5-6
    l. Dia akan berkata-kata dalam bentuk perumpamaan, dan tidak mengatakan apa yang dimaksudNya secara langsung : Mazmur 78:2
    m. Dia akan menunggang seekor keledai muda memasuki kota Yerusalem : Zakaria 9:9
    n. Manusia dari segala bangsa akan menjadi pengikutnya :Yesaya 60:3
    o. Bangsanya sendiri, yakni bangsa Yahudi menolak Dia :Yesaya 53:3
    p. DIA AKAN DIKHIANATI OLEH SEORANG DARI SAHABATNYA : Mazmur 41:10
    q. Dia akan dijual kepada musuh-musuhNya dengan harga tigapuluh keping perak, namun uang itu kemudian dilemparkan kembali kedalam Bait Allah : Zakaria 11:12-13
    r. Para pengikutNya yang paling akrab akan lari meninggalkanNya : Zakaria 13:7
    s. Dia akan dikenakan tuduhan palsu oleh saksi-saksi dusta : Mazmur 35:11
    t. Dia tidak akan membuka mulutnya untuk menjawab apapun :Yesaya 53:7
    u. Ia dianiaya dengan pukulan dan tikaman : Yesaya 53:5
    v. Dia akan diludahi dengan penghinaan : Yesaya 50:6
    w. Tangan dan kakiNya akan dipaku pada kayu Salib : Mazmur 22:17
    x. Mereka akan membagi-bagi pakaianNya dengan membuang undi atas
    JubahNya : Mazmur 22:19
    y. DIA AKAN MATI DISALIB (SBG PENEBUS DOSA)BERSAMA-SAMA DENGAN PARA PENJAHAT : YESAYA 53: 10-12
    z. Dia akan merasa haus dan mereka akan memberikan kepadaNya
    minuman air empedu dan anggur asam : Mazmur 69:22
    aa. Dia akan berdoa bagi mereka yang menyalibkan Dia Yesaya 53:12
    bb. BAHKAN KATA-KATA TERAKHIR YANG DIUCAPKANNYA SEBELUM MATI, SUDAH DINUBUATKAN JAUH SEBELUMNYA ( MAZMUR 22:1; DAN MZM 31: 5-6)
    cc. Dia mati tepat 483 tahun sesudah pernyataan nubuat bahwa
    Yerusalem harus dibangun kembali : Daniel 9:25-26
    dd. Mereka akan menyaksikan lambungNya ditikam dengan tombak : Zakaria 12:10
    ee. Tidak ada satupun tulangNya dipatahkan : Mazmur 34:20
    ff. Gelap akan menimpa seluruh kawasan negeri pada siang hari : Amos 8: 9
    gg. Orang menempatkan kuburNya diantara orang fasik :Yesaya 53:9
    hh. DIA TIDAK AKAN TETAP TINGGAL DALAM KUBURNYA, melainkan BANGKIT dan HIDUP KEMBALI : Mazmur.16:10; 30:4; dan 118:17
    ii. SETELAH BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI. DIA AKAN DIANGKAT KE SORGA, KETEMPAT YANG MAHA TINGGI : MAZMUR 68:19
    jj. Di sorga Ia akan memperoleh tahta kemuliaan, duduk disebelah kanan
    Bapa Yang Mahakuasa, dan umat manusia dari segala bangsa akan
    berlutut menyembah Dia : Mazmur 110:1; dan Daniel 7:13-14

    Nubuat pertama dari nubuat-nubuat tentang Yesus telah ditulis oleh para nabi kurang lebih 1400 tahun sebelum Ia lahir.
    Nubuat yang terakhir tentang Yesus tercatat kurang lebih 400 tahun sebelum kelahiran-Nya.
    Pada kenyataannya kita memang memiliki gulungan naskah kitab nabi Yesaya dan gulungan naskah kitab Mazmur, yang ditemukan dalam gua Qumran. Keduanya ditulis sekitar seratus tahun sebelum Yesus lahir, dan nubuat tentang Yesus memang terdapat di dalamnya!
    SEMUA NUBUAT INI ADALAH SUATU BUKTI MUTLAK YANG BERBICARA DALAM SEJARAH.

  2. APAKAH ARTI ROHANI : DOMBA YANG DIKORBANKAN ( MATI ) SEBAGAI PENGGANTI ISHAK ?

    1. Sebagai BALASAN kepada Abraham yang telah rela MEMPERSEMBAHKAN anaknya SEBAGAI KORBAN bagi allah, maka :
    ALLAH pun rela MENGARUNIAKAN Anak-Nya sebagai Korban Penebus dosa manusia.
    Yoh.3:16 “Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini (semua manusia), sehingga IA telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang PERCAYA kepada-Nya TIDAK BINASA, melainkan beroleh HIDUP yang KEKAL.”

    2. Jadi sebagaimana:
    -DOMBA MATI SEBAGAI KORBAN MENGGANTIKAN ISHAK, demikianlah arti rohaninya:
    -YESUS MATI SEBAGAI KORBAN MENGGANTIKAN UMATNYA
    Domba melambangkan Yesus dan Ishak melambangkan umat yang ditebus/digantikan-Nya.

    -Muhamad tidak pernah dijuluki: domba Allah seperti Yesus, yang dikatakan: Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”(Yoh.1:29)
    -Dan Muhamadpun tidak pernah mati disalib menebus dosa manusia
    Dari kisah ini, yang sebenarnya merupakan Nubuat Allah, yang memiliki arti-rohani yang DALAM sekali, supaya jelaslah bahwa, YESUS harus MATI demi PENEBUSAN DOSA manusia.
    Dan Ishak, yg melambangkan umat yang ditebus, tidak dapat /TIDAK MUNGKIN diganti dengan nama lain, karena akan TIDAK melambangkan umat yang ditebus, SEHINGGA tidak cocok/ TIDAK klop dengan Nubuatan nabi Musa itu.
    Mis.: Yesus mati menebus dosa umat Islam, yang tidak percaya kepada kematianNya dikayu Salib, yang membawa penebusan dosa. Apakah masuk akal??

    Yesus tidak memaksa orang percaya kepada karya-Nya dalam penebusan dosa tersebut, jadi tidak ada alasan untuk membenci-Nya. Bahkan Ia tetap mengasihi orang yang tidak percaya kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar kesadaran manusia, sampai batas hidup mereka didunia ini.
    Memang ada makhluk yang tidak senang manusia diselamatkan,yaitu iblis/setan; ia berusaha keras menghasut/MENYESATKAN manusia supaya jangan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dengan memutar-balikkan Kebenaran2 Allah.
    Sudah diNubuatkan oleh Rasul Yohannes, ciri2 penyesat/pendusta itu didalam kitabnya: I Yoh.2: 22-23; I Yoh.4:2-3 dan 2 Yoh.1:7.
    Belilah Alkitab dan bacalah demi keselamatan anda, supaya tidak tertipu oleh hasutan/tipuan/ penyesatan iblis.
    Rugi besar kalian yang TIDAK PERCAYA kebenaran ini, TIDAK akan DITEBUS, sehingga tidak akan/ TIDAK MUNGKIN SELAMAT masuk surga

  3. KETAHUILAH DAN SADARILAH TENTANG : ISMAEL
    Sejak awal mula2, TUHAN menjanjikan berkat kepada Abraham dan keturunannya, MELALUI istrinya SARA, BUKAN melalui BUDAKnya Sara,yang bernama Hagar. (Kej.12:1-9, terutama ayat 3 dan 7) lalu Kej.15:1-20, terutama ayat 4 dan 18. Kemudian Kej.17:1- 22, terutama ayat 2- 8, 15- 16, 18 – 21
    Di ayat.18 Abraham memohon kpd Tuhan:“sekiranya Ismael diperkenankan hidup dihadapanMu,
    jawab Tuhan diayat.19:”Tidak, melainkan istrimu Sara-lah yang akan melahirkan anak laki2 bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian Ku dengan dia ( Ishak ) menjadi Perjanjian yang Kekal untuk keturunannya (Ishak).

    Pada ayat.21: Tuhan menekankan sekali lagi:” Tetapi Perjanjianku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu pada tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga”.

    Janji ini diulangi lagi di Kej.18:10, dan
    dalam Kej.21:9-12 Ismail diusir keluar dari keluarga Abraham, karena:
    Tuhan berfirman di-Kej.21:12……”sebab yang akan disebut sebagai keturunanmu ialah yang BERASAL dari Ishak ( BUKAN Ismael )
    Sehingga pada saat Abraham diuji Tuhan dengan meminta anaknya yang tunggal untuk dikorbankan, Ismail sudah tidak ada lagi, maka Ishak menjadi anak tunggal

    Yang dimaksud dengan keturunan Abraham, yang berhak menerima janji2 Yahweh Elohim ( Berkat Anugerah Keselamatan) adalah semua anak2 Tuhan Yahweh karena: IMAN didalam Yesus Kristus (sebagaimana tertulis di Gal.3:14–29) terutama ayat:14,16,26 dan 29, bacalah dgn teliti !
    Kami (orang2 percaya Tuhan Yesus) sama seperti Ishak adalah anak2 janji, yang “diperanakkan menurut Roh”, sedangkan keturunan Ismael (orang2 yang tidak percaya Tuhan Yesus) sama seperti Ismael, anak2 yang “diperanakkan menurut daging”( Gal. 4 : 21 – 31 )

    Jadi, meskipun orang Yahudi keturunan Abraham secara jasmaniah, tetapi bila mereka TIDAK percaya kepada Tuhan Yesus, maka mereka BUKAN anak2 ELOHIM dan tidak berhak menerima janji ELOHIM, apalagi orang Arab, yang cuma keturunan dari hambanya Sara, Hagar, apalagi bangsa2 lain !

    Menurut QS.19:49 …..Kami anugerahkan kepadanya (Ibrahim),Ishak dan Yaqub….. (Tidak ada disebut nama Ismail)

    Jadi keturunan Ismael (Arab) tidak layak bangga menjadi keturunan Abraham, apalagi bangsa lain (Indonesia dll) yang bukan keturunan Ismael. Sedangkan hal bangsa Arab sebagai keturunan Ismael pun masih harus dibuktikan

    Apa kata Yesus kepada orang2 Yahudi yang merasa bangga sebagai keturunan Abraham, dalam Mat.3:9 “Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu:”Abraham adalah bapa kami! Karena Aku berkata kepadamu:”Allah dapat menjadikan anak2 bagi Abraham dari batu2 ini “
    Kepada orang2 Yahudi yg tidak percaya kepadaNya saja Yesus berkata begitu, apalagi kepada bangsa2 lain !! Apalagi kepada bangsa Arab, apalagi yg Muslim, (sebab menyangkal dan menolak Yesus). Apalagi kepada kalian bangsa Indonesia yang muslim !
    Bacalah Rom 9: 6-9
    Selain itu, karena Allah sedang menguji kesetiaan Abraham kepada-Nya, maka anak yang diminta TENTULAH anak yang SUKAR diperoleh, dan yang SANGAT BERHARGA, yaitu yang telah ditunggu sangat lama, yaitu dari ISTRI-nya yang sudah tua dan mandul, BUKAN dari hamba/ budak istrinya, yang masih muda dan subur.

  4. PELAJARILAH: CARA MEMBEDAKAN ANTARA TUHAN/NABI YANG BENAR/ SEJATI , DENGAN YANG PALSU
    Supaya kita gak usah cape2 berdebat, padahal kitab suci yang diimani masing2 berbeda, tidak akan ketemulah. Inilah ciri2nya:
    1.Lihat saja:Apakah ada Nubuat kedatangan nabi itu dari nabi2 sebelumnya, dan tertulis dalam kitab-suci SEBELUMNYA? (tanpa merampok Nubuat nabi lain, seperti yang telah sering dilakukan dgn tidak tahu malu)
    2.Apakah nabi itu sanggup membuat mujizat dan disaksikan orang banyak, dan tertulis dalam kitab-suci? yaitu: menyembuhkan orang sakit atau kerasukan setan, membangkitkan orang mati, bahkan sanggup BANGKIT dari kematiannya? Dengan perkataan lain, menguasai hidup mati diriNya sendiri atau tidak?
    3.Bagaimana PERILAKU nabi: apakah baik hati, SUCI KUDUS, ataukah jahat/suka membunuh/ memfitnah, menuduh, CABUL dan perilaku sex-nya bejad ?
    4.Apakah ajaranNya: MENGASIHI sesama manusia, bahkan musuh atau MEMBENCI/ membunuhi/ penggal semua orang yang tidak seiman?
    5.Apakah mengajarkan:Mendoakan/memberkati musuhmu atau membalas kejahatan dengan kejahatan ?
    6.Apakah sanggup MENYELAMATKAN umatNya,dengan MENGORBANKAN diriNya, sehingga tidak perlu didoakan oleh umatNya atau minta umatnya BERKORBAN nyawa sia2 (bom bunuh diri ) dan MINTA DIDOAKAN umatnya setiap hari 17x supaya selamat ?
    Dpl.Apakah umatNya sudah TERJAMIN SELAMAT masuk surga atau PASTI masuk neraka sesuai Qs 19:71?
    7. Surga yang dijanjikanNya itu, tempat yg SUCI KUDUS atau KOTOR penuh nafsu sex bejad, maksiat dan percabulan?
    8.BENIH kelahiranNya,apakah dari RohulQudus atau dari air-mani (manusia) ayahnya? Dpl Apakah berASAL dari SURGA dan sudah kembali kesurga atau dari DEBU tanah dan sudah kembali menjadi debu tanah?
    9.Siapa yang memberi KESAKSIAN tentang diri-Nya: dari SURGA dan Nabi2 lain sebelumnya (dan sesudahnya),atau HANYA me-ngaku2 dan MENGANGKAT DIRINYA SENDIRI sebagai nabi ?
    10.Apakah kitab tulisannya DIAKUI/ dibenarkan oleh kitab suci agama lain atau tidak?
    11.Apakah isi kisah2 dalam kitab buatannya tersusun rapi atau kacau/ lompat2 tidak teratur dan banyak pertentangan/kejanggalan/kesalahan didalamnya?
    12.Apakah nabinya sanggup membunuh Dajjal hanya dengan hembusan nafasNya atau tidak mampu?
    13. Apakah gelar-nya SAW(Semoga Keselamatan atasnya), atau AS (Yang sudah selamat)?
    13.Apakah mengajarkan: KEBEBASAN BERAGAMA, tidak menghalangi orang beragama lain beribadah (seperti di-Inggeris,USA,Eropa,Australia) atau MENGHALANGI (seperti di-negara2 Arab,Mesir,Pakistan,Iran,Irak dll) bahkan BOLEH MERUSAK RUMAH IBADAH agama lain ?
    14.Bagaimana keadaan nabi tsb ketika didatangi malaikat: merasa senang/damai,seperti Bp. Abraham, Maria (bundaYesus) dan Maria Magdalena atau: gemetar, menggigil ketakutan, lari ter-birit2 pulang kerumahnya, diselimuti istrinya?
    [Bacalah dimukadimah terjemahan quran oleh Depag. Bersikap jujurlah demi kepastian selamat masuk surga, jangan menipu diri sendiri/ keluarga anda].

  5. MELURUSKAN KEKELIRUAN (yang tertulis dalam QS.4:157) BAHWA YESUS TIDAK MATI DISALIB
    Yudas adalah murid Yesus yang mengkhianati Dia, jadi tidak masuk akal waraslah, bila Yudas menggantikan Yesus dalam posisi yang Maha Mulia itu, yaitu mati sebagai Penebus Dosa / Juruselamat manusia.
    Hanya iblislah yang tidak mau manusia mengerti dan menerima Anugerah Keselamatan itu, sehingga ia MENIPU dan MENYESATKAN manusia (yang BODOH), dengan MEMUTARBALIKKAN KEBENARAN itu dgn mengatakan Yudas yg mati menggantikan Yesus, supaya orang tidak bisa memahami: BUKTI KASIH ALLAH dan JALAN KESELAMATAN itu lalu memperolehnya.
    BILA TIDAK ADA PENEBUSAN DOSA OLEH DARAH YESUS, MAKA TIDAK AKAN ADA ORANG YANG DISELAMATKAN MASUK SURGA. RUGI BESARLAH ORANG2 YANG TIDAK MEMPERCAYAI PENEBUSAN DOSA
    Ketahuilah, bahwa :
    1. Sebelum kematianNya,Yesus pernah berkata (3x): “Aku akan memberikan nyawaKu dan akan mengambilnya kembali dalam 3 hari “ (Yoh.10:17-18).
    2. Sesudah kebangkitanNya, ia menemui semua murid-2Nya dan menunjukkan lobang bekas paku ditanganNya.(Yoh.20:19-29 dan Kis.1:1- 5)
    3. Sesudah Kenaikan-Nya kesorga,Yesus turun lagi (dalam suatu penampakan) dan berkata kepada muridNya,Yohanes (di Wah.1:17-18 ): “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang HIDUP. Aku TELAH mati, namun lihatlah,AKU HIDUP, sampai se-lama2-nya dan Aku memegang kunci maut dan Kerajaan Maut”
    4. Selain itu juga para nabi (sebelum Yesus turun kedunia) TELAH MENUBUATKAN Kematian dan Kebangkitan Yesus, jadi cocok / klop, tergenapi. (Yes.53:3-9)
    5. Juga para Rasul, ada 8 orang ( dalam Kitab Perjanjian-Baru),SEMUANYA MENYAKSIKAN dengan mata kepala mereka tentang: Kematian dan Kebangkitan Yesus (BUKAN Yudas) dan Kenaikan Yesus, sebab mereka HIDUP pada zaman itu, MENGENAL dan BERGAUL dengan Yesus, dan tinggal di negeri yang sama (Israel).
    Jadi klop/ cocok dengan nubuatan para nabi, tergenapi.

    Mana yang lebih MASUK AKAL/ lebih dapat dipercaya KEBENARANNYA dengan keterangan dari orang yang baru lahir 600an tahun setelah itu, yang TIDAK tahu apa2, TIDAK MENYAKSIKAN kejadian itu, sebab tinggal di negeri yang JAUH (Mekah), TIDAK hidup se-zaman, BUTA HURUF lagi, HANYA dengar-2 dari orang2/ makhluk yang tidak jelas identitasnya? Keterangan siapa yang lebih dapat dipercaya ?

    Orang WARAS, pasti dengan MUDAH DAPAT MENGETAHUI mana kitab yang TIDAK BENAR (kecuali orang idiot) yang berisi DUSTA-2.
    Dari sudut pandang jumlahnya yang 8 orang, dibanding dengan 1 orang, mana yang lebih masuk akal untuk dipercaya?

    SALIB membuktikan KASIH ALLAH kepada manusia. Inilah yang mau ditutupi oleh iblis melalui anak2nya.
    6. Yesus mati dan bangkit lebih dahulu, baru kemudian Yudas mati, jadi tidak bersamaan waktu, sehingga tidak masuk akal waras, ada pertukaran mayat.
    7. Yudas matinya karena gantung diri, kemudian talinya putus dan jenazahnya jatuh sehingga ususnya terburai, jadi bukan mati karena disalib.
    8. Selain itu, ada ayat2 Quran yang mengatakan bahwa Yesus sudah disampaikan kepada akhir ajalNya dan Allah sudah mengangkatNya kepada-Nya (QS.3:55 dan QS.19:15 & 33 ).
    Jadi ayat QS 4:157 itu bertentangan dengan ayat2 QS.3:55 dan 19:15 & 33 ini, (1 salah: 3 benar )
    Jadi jelaslah bahwa QS.4:157 sangat fatal SALAH DAN ngawurnya, sebab BERTENTANGAN dengan banyak orang, yaitu: Para nabi Kitab Perjanjian Lama + 8 Rasul Kitab Perjanjian Baru + Kata2 Yesus, baik sebelum, maupun sesudah KebangkitanNya + Muhammad sendiri dalam: QS 3:55 + QS 19: 15 & 33.
    Jadi ayat Qs.4:157 ini MEMBUKTIKAN ketidaktahuan awloh / DUSTA / PENYESATAN alquran
    9. TIDAK ADA ayat Quran yang mengatakan /menyebut nama Yudas yang mati menggantikan Yesus; hal itu hanya dugaan/ fitnah / tafsir orang2 yang sok tahu saja.
    Tunjukkanlah, bila memang ada !

    Untuk bisa mengerti hal ini, tidak perlu menjadi orang jenius, yang dibutuhkan hanya: KEJUJURAN HATI NURANI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s