Ketangguhan hidup

Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu mereka yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada-Nya kami akan kembali’ (QS Al-Baqarah [2]: 155-156)

Ketangguhan dapat dilihat dari manusia yang sedang mengalami ujian, semakin berat ujian itu maka semakin terlihat pula ketangguhannya. Kita lihat pada sosok seorang ibu yang mati-matian menghidupi atau mendidik anak nya ditengah-tengah kesulitan yang ia hadapapi, kita lihat pula segerombolan tentara menghadapi musuhnya yang jumlah nya lebih banyak dari mereka, disanalah terlihat ketangguhan sebenarnya.

Dibalik ketangguhan kita juga mengenal Rapuh, dimana saat manusia sedang mengalami ujian mereka selalu mengeluh, mudah goyah bahkan terkadang menghalalkan segala cara untuk melarikan diri dari masalah yang dihadapi nya, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, berdalil hanya sesuai dengan kebutuhannya agar dia dapat melindungi diri dari kecurangan nya. yang parah nya lagi disaat dia hanya menghadapi masalah yang sepele bahkan semua orang jadi sasarannya. Itu juga dapat digolongkan kedalam keputus asa-an.

Dengan demikian, kita mesti mengevaluasi diri apakah kita sebenarnya tangguh atau rapuh…

Separuh dari hidup kita adalah medan ujian yang berat. Yang akan keluar sebagai pemenang hanyalah mereka yang tangguh, yang mampu melewati setiap kesulitan dengan baik. Dalam Alquran, Allah SWT berjanji akan membahagiakan orang-orang yang sabar dan tangguh dalam mengarungi kesulitan hidup seperti ayat yang telah dijelaskan di awal tulisan ini.

Untuk muslim, ketangguhan itu bukan dilihat dari segi fisik melainkan dari segi keimanan. Manusia yang tangguh adalah manusia yang paling kuat imannya.

Orang yang memiliki kekuatan iman, salah satu ciri khasnya adalah tangguh menghadapi cobaan hidup. Dalam praktiknya, ia memiliki lima rumus. Pertama, ia yakin bahwa kesulitan adalah episode yang harus dijalani. Ia akan menghadapinya sepenuh hati, tidak ada kamus mundur atau menghindar. Kedua, ia yakin bahwa setiap kesulitan sudah diukur oleh Allah, sehingga takarannya pasti sesuai dengan kapasitas manusia. Ketiga, ia yakin bahwa ada banyak hikmah di balik kesulitan. Keempat, ia yakin bahwa setiap ujian pasti ada ujungnya. Dan terakhir, ia yakin bahwa setiap kesulitan yang disikapi dengan cara terbaik akan mengangkat derajatnya di hadapan Allah (juga manusia). Pasti ada sesuatu yang besar di balik kesulitan yang menghadang. Semakin berat ujian, semakin luar biasa pula ganjaran yang akan diterima.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s